Ribuan Umat Hindu Ikuti Upacara Melasti di Pantai Jolosutro, Awali Rangkaian Nyepi 1948 Saka

Upacara Melasti Umat Hindu di Pantai Jolosutro Blitar (Sumber gambar: antarafoto.com)

Ribuan umat Hindu dari berbagai daerah di Blitar Raya memadati kawasan Pantai Jolosutro pada Minggu pagi (8/3/2026) untuk melaksanakan Upacara Melasti. Ritual sakral ini menjadi pembuka rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 yang setiap tahunnya dijalankan dengan penuh kekhidmatan.

Sejak pagi hari, ketika matahari mulai terbit, rombongan umat dari sejumlah kecamatan sudah berdatangan ke lokasi. Mereka membawa berbagai sarana upacara serta hasil bumi yang akan didoakan dalam prosesi tersebut.

Pantai yang biasanya ramai oleh aktivitas wisatawan mendadak berubah menjadi tempat ibadah yang sarat ketenangan. Suasana khusyuk terasa di sepanjang pesisir saat umat Hindu memusatkan doa dalam prosesi Melasti.

Baca juga:  Ribuan Warga Serbu Kampung Coklat Blitar untuk Rayakan Tradisi Pasembahan Kakao

Prosesi ini diikuti oleh berbagai kalangan, mulai dari orang dewasa, pemuda, hingga anak-anak. Seluruh peserta terlibat dalam ritual penyucian diri sekaligus penyelarasan alam semesta sesuai ajaran dalam tradisi Hindu.

Dalam keyakinan umat Hindu, Melasti merupakan momen penting untuk membersihkan diri dari berbagai unsur negatif sebelum memasuki Hari Raya Nyepi. Prosesi sakral tersebut berlangsung dengan iringan doa dan kidung suci, sementara para pemangku memimpin jalannya upacara di tepi laut.

Setelah rangkaian doa bersama selesai, sebagian sarana upacara dan hasil bumi kemudian dilarung ke laut. Prosesi ini melambangkan pengembalian unsur alam kepada semesta sebagai bagian dari keseimbangan kehidupan.

Baca juga:  Musycab Ke-6 IMM Blitar: Regenerasi Menuju Gerakan Mahasiswa yang Solutif Transformatif

Kegiatan Melasti ini merupakan bagian dari agenda yang telah disusun oleh Parisada Hindu Dharma Indonesia dalam menyambut perayaan Nyepi tahun ini.

Setelah Melasti, umat Hindu di Blitar Raya dijadwalkan melanjutkan rangkaian upacara menuju Tawur Kesanga yang akan digelar di Ruang Terbuka Hijau Wlingi. Pada kegiatan tersebut juga akan diselenggarakan pawai ogoh-ogoh yang melibatkan berbagai kelompok umat dari sejumlah wilayah.

Puncak rangkaian perayaan akan berlangsung pada 19 Maret 2026 melalui pelaksanaan Tapa Brata Penyepian, yang menjadi inti dari Hari Raya Nyepi.

Baca juga:  Kota Blitar Bersiap Taklukan Kabupaten Pasuruan Usai Ungguli Kota Batu

Seluruh rangkaian peringatan Nyepi Tahun Baru Saka 1948 di Blitar Raya nantinya akan ditutup dengan kegiatan Dharma Santi yang dijadwalkan berlangsung pada April mendatang sebagai momen mempererat tali kebersamaan umat Hindu. (HEV/YUN)

Iklan