Pasar Hortikultura yang dirangkaikan dengan kontes durian lokal digelar di Desa Sumberasri, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, pada Minggu (25/1/2026). Kegiatan ini sukses menyedot perhatian ribuan pengunjung yang datang dari berbagai daerah. Acara tersebut bahkan disebut sebagai bazar durian lokal terbesar di wilayah eks Karesidenan Kediri.

Puluhan stan pedagang durian berjajar rapi di area pasar hortikultura. Beragam varietas durian lokal ditawarkan langsung oleh para petani, termasuk hasil panen milik warga RT 1 dan RT 2 RW 11 Desa Sumberasri. Kehadiran petani sebagai penjual langsung membuat pengunjung dapat mengenal lebih dekat asal-usul durian yang dibeli.

Antusiasme masyarakat terlihat dari ramainya pengunjung yang memadati stan-stan durian. Aroma khas durian yang kuat menggoda banyak orang untuk mencicipi dan membeli. Tidak hanya bazar, sebagian petani juga turut ambil bagian dalam kontes durian lokal yang menjadi daya tarik tersendiri.

Baca juga:  3 RT Telah Dinobatkan Sebagai Pemenang Program RT Keren Kota Blitar

Salah seorang pengunjung bernama Kinanti (27) mengaku baru pertama kali datang ke acara tersebut dan terkesan dengan suasananya. “Ini pertama kalinya saya datang ke sini, ternyata pengunjungnya membludak. Jenis durian lokalnya juga beragam, bahkan setiap stan menawarkan varian yang berbeda,” ujarnya pada Minggu (25/1/2026).

Menurut Kinanti, durian lokal memiliki ciri khas tersendiri dibandingkan durian dari luar daerah. Ia menilai rasa durian lokal lebih kuat dan teksturnya cenderung lembut. “Durian lokal rasanya lebih legit dan creamy, ada keunikan yang tidak selalu saya temukan di durian lain,” tuturnya.

Selain soal rasa, Kinanti juga menyoroti harga yang relatif terjangkau. “Daging buahnya lebih padat dan harganya masih wajar. Tidak semahal durian impor, padahal kualitas rasanya tidak kalah,” jelasnya.

Eko Suparno selaku Ketua Panitia menjelaskan bahwa bazar durian lokal ini digelar selama dua hari, yakni 24–25 Januari 2026. Ia menyampaikan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada penjualan, tetapi juga pada pengenalan dan peningkatan nilai durian lokal melalui kontes.

“Melalui acara ini kami ingin mengangkat citra durian lokal dari wilayah eks Karesidenan Kediri. Sebenarnya kualitasnya bagus, hanya saja namanya belum banyak dikenal,” katanya.

Baca juga:  Bupati Trenggalek Terbitkan SE, Resmi Atur Batas Kebisingan Sound Horeg

Eko menambahkan, durian lokal memiliki banyak jenis dan varietas hasil pengembangan petani. “Kontes durian kami gelar agar nilai jualnya meningkat. Pernah ada durian lokal khas sini yang diberi nama Upin-Ipin, setelah menjuarai kontes, harganya melonjak hingga Rp150 ribu per buah,” paparnya.

Ia berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesejahteraan petani durian sekaligus memperkenalkan Blitar sebagai salah satu daerah penghasil durian lokal unggulan.

“Sebagian besar warga Sumberasri memiliki pohon durian, didukung kondisi tanah abu vulkanik Gunung Kelud yang sangat subur. Harapannya masyarakat luas semakin mengenal potensi durian lokal Blitar,” pungkasnya. (IND/SAN)

Tinggalkan Komentar

Iklan