Warga Blitar Keluhkan Motor Rusak Usai Isi Pertalite, Pertamina Pastikan Kualitas BBM Aman
Sebagian warga Blitar dibuat resah setelah sejumlah motor mereka mengalami kerusakan atau mbrebet usai mengisi bahan bakar jenis pertalite di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Warga menduga kerusakan itu disebabkan oleh adanya campuran etanol dalam bahan bakar minyak (BBM) tersebut. Namun, pihak Pertamina menegaskan bahwa dugaan itu tidak benar.
Berlinda Wardani, warga Kelurahan Tawangsari, mengaku motornya mengeluarkan suara tidak normal setelah mengisi pertalite.
Merasa janggal, ia segera membawa motornya ke bengkel untuk diperiksa. Setelah tangki bahan bakar dilepas dan dikuras, ditemukan adanya endapan putih di dalamnya.
“Menurut montir, endapan itu yang bisa menyebabkan mesin motor tidak normal. Saya bahkan harus mengganti tangki BBM. Kejadian ini terjadi setelah saya mengisi pertalite. Motor saya jadi brebet dan sempat mati, akhirnya saya putuskan beralih ke pertamax,” kata Berlinda.
Menanggapi keluhan tersebut, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menegaskan bahwa produk pertalite memang mengandung campuran etanol, namun sesuai ketentuan.
Dalam beberapa hari terakhir, Pertamina Patra Niaga juga menerima sejumlah laporan serupa dari konsumen di beberapa wilayah seperti Bojonegoro, Lamongan, Gresik, Tuban, Surabaya, Sidoarjo, dan Malang.
Meski begitu, Pertamina memastikan distribusi produk BBM tetap berjalan lancar sehingga pasokan energi masyarakat tidak terganggu. Perusahaan juga menegaskan seluruh produk yang disalurkan telah melalui proses pengawasan mutu ketat, mulai dari terminal pengiriman hingga SPBU.
“Seluruh proses distribusi BBM kami lakukan sudah sesuai SOP yang berlaku. Prioritas kami adalah menjamin keamanan suplai dan mutu produk yang diterima masyarakat sesuai regulasi. Setiap tahapan distribusi dijalankan sesuai standar untuk memastikan kualitas produk tetap terjaga,” ujar Ahad.
Ia menambahkan, Pertamina Patra Niaga telah melakukan pemeriksaan laboratorium terhadap sampel pertalite dari Terminal BBM Tuban dan Terminal BBM Surabaya, yang menjadi sumber utama pasokan wilayah terdampak. Hasil uji menunjukkan bahwa BBM tersebut dinyatakan on spec atau sesuai spesifikasi.
Sebagai bentuk tanggung jawab kepada konsumen, Pertamina membuka mekanisme pelaporan resmi bagi masyarakat yang mengalami kendala setelah mengisi BBM. Ahad mengimbau warga untuk segera melapor kepada petugas SPBU di lokasi kejadian dengan membawa bukti transaksi atau struk pembelian bahan bakar.
“Saat ini, kami masih melakukan investigasi lanjutan untuk pengecekan quality and quantity (QQ) BBM di tingkat SPBU sebagai titik distribusi terakhir ke masyarakat. Proses ini kami lakukan untuk memastikan kualitas dan kesesuaian spesifikasi produk tetap terjaga,” pungkasnya. (HEV/YUN)



