Kini kabar membanggakan kembali datang dari tim Mahasiswa Jurusan Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Tim dari mahasiwa Teknik Industri ini telah berhasil merancang inovasi untuk menekan emisi dari kendaraan bermotor. Alat ini bernama Exhaust Carbon Filter.

Alat ini berupa knalpot yang mampu menyaring gas karbon dioksida (CO2), kemudian mengubahnya menjadi oksigen. Selain oksigen, hasil penyaringan juga memproduksi senyawa organik yang bisa dibuang secara langsung karena tidak akan mencemari lingkungan.

Yuan Rafika, salah satu mahasiswa dari tim tersebut menyebutkan bahwa sistem kerjanya terinspirasi dari sistem fotosintesis pada tumbuhan. Jadi, CO2 dengan bantuan air dan cahaya matahari akan berubah menjadi glukosa dan oksigen yang terlepas ke alam.

Baca juga:  Guna Kelola Bandara Kediri sampai 50 Tahun, Gudang Garam dan AP I Teken KSO

Dengan begitu, nantinya air akan bereaksi dengan CO2 menggunakan bantuan sinar matahari yang akan terganti dengan sistem listrik pada aki. Adapun jumlah air yang bisa knalpot tersebut tampung mencapai sekitar 100 ml untuk jarak tempuh satu sampai dua jam perjalanan.

Durasi ini bisa terus berkembang karena mengingat sifat air yang mudah mengalami penguapan, apalagi melihat kondisi knalpot yang sering panas.

Menurut Rifka, saat ini fitur yang direncakan ada pada knalpot adalah peredam suara sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) dan penyaring gas karbon dioksida (CO2). Nantinya, Rifka dan timnya akan terus mengembangkan Exhaust Carbon Filter tersebut dengan menambah berbagai fitur baru sesuai dengan standar.

Baca juga:  3 Pemain Baru yang Dapat Dipanggil STY ke Timnas Indonesia U-23 untuk Melawan Guinea

Hal ini Rifka dan timnya lakukan agar produk yang meraka rancang bisa semakin unggul dan banyak peminatnya. Sasaran utama dari Exhaust Carbon Filter adalah para pemilik kendaraan umum yang ada di tanah air.

Para pencetus Exhaust Carbon Filter berharap hadirnya inovasi ini menjadi cara awal untuk perubahan Indonesia menjadi lebih baik, terutama dalam aspek lingkungan. Salah satunya dengan memilih menggunakan knalpot yang ramah lingkungan seperti Exhaust Carbon Filter.

Semoga apabila rancangan ini telah selesai, knalpot ini bisa diproduksi secara masal dan masyarakat umum dapat memanfaatkannya dengan mudah.

Baca juga:  Setara dengan 15 Ribu Sekolah dan 201 Rumah Sakit, Penerimaan Royalti Batu Bara Hilang

Editor: Indo Guna Santy

Iklan