Kabar membanggakan datang kembali dari keluarga besar Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Pasalnya, Tim Mahasiswa Fakultas Hukum UMM berhasil meraih juara 3 dalam perlombaan debat konstitusional tingkat nasional.

Tim FH meraih kemenangan tersebut pada pertengahan Februari lalu di Universitas Negeri Gorontalo. Salah satu anggota tim bernama Saiful Risky menyatakan bahwa prestasi ini tidak lepas dari dukungan dari kampus UMM sendiri.

Para dosen dan seniornya memberikan banyak kritik dan saran sehingga timnya mampu mengetahui kekurangan dan segera melakukan perbaikan. Apalagi tim yang berisi tiga orang ini juga bergabung dalam LSO Komunitas Riset dan Debat FH UMM.

“Kami sangat bersyukur atas dukungan peunuh dari pihak UMM. Tentunya, jalan ini bukan sesuatu yang mudah. Sebelum ikut serta bersaing di perlombaan tingkat nasional, kami harus bersaing di tingkah FH UMM lebih dulu. Mencari siapa yang paling sesuai dan mempunyai kemampuan untuk mengharumkan UMM di ajang tersebut,” imbuhnya.

Baca juga:  Tuntutan 4 Tahun Penjara untuk 3 Mantan Pimpinan DPRD Tulungagung

Ada banyak pembahasan yang hadir dalam kompetisi debat tersebut. Mulai dari topik mengenai jabatan ketua umum partai politik dua periode, pelegalan pernikahan dalam satu kantor, dan tema menarik yang lain. Menurut Risky, timnya harus banyak membaca dan menganalisis masalah yang tersaji.

“Tema yang tersaji pada kompetisi ini memang sangat menarik untuk dibahas dan diperdebatkan. Jadinya, mau tidak mau, kami harus melakukan persiapan dasar hukum dan pendapat yang jelas. Alhamdulillah kami bisa menduduki posisi ketiga,” ujar Risky.

Dia mengatakan bahwa meskipun harus menemui banyak kendala, tetapi mereka tetap bersyukur bisa mengikuti lomba debat tersebut. Apalagi, ada banyak kenalan, wawasan, ilmu, dan pengalaman baru yang mereka dapatkan. Kompetisi ini menjadi ajang untuk meningkatkan kualitas diri mereka.

Risky juga mengatakan jika kompetisi debat bisa menjadi tolak ukur kapasitas dan kapabilitas mahasiswa. Proses yang harus mereka jalani semakin mengasah dan meningkatkan pemahamannya terhadap banyak hal.

Kemudian, lomba ini juga bisa menjadi kesempatan untuk membandingkan keilmuan mahasiswa atau pemuda dari berbagai perguruan tinggi seluruh Indonesia. Dalam perlombaan ini, Risky meraih juara 3 bersama dua orang temannya, yakni Moh. Riski Fadjar Romadhani dan Cintya Mei Puspitasari.

Baca juga:  Dukung Motor Listrik, Kemenkeu Siapkan Rp1,75 Triliun

Dirinya juga mengajak anak muda lainnya untuk berani berkompetisi. Menurutnya, hal besar terjadi pada mereka karena mereka tak pernah berhenti untuk percaya, berusaha, belajar, dan bersyukur. Orang yang pernah jatuh dan bangkit akan lebih kuat daripada orang yang tak pernah mencoba.

“Sebagai mahasiswa, kita tidak perlu malu untuk mencoba. Mahasiswa harus berani maju untuk mengetahui kapabilitas yang dimilikinya. Apabila bagus dan berhasil menjadi juara, itu merupakan bonus yang luar biasa,” tegas Risky.

Editor: Indo Guna Santy

Iklan