Pemerintah Kabupaten Blitar akhirnya mengambil langkah konkret untuk menangani persoalan jembatan sesek di Desa Bendosewu, Kecamatan Talun. Selama bertahun-tahun, warga harus membangun sendiri jembatan darurat tersebut karena ketiadaan anggaran pemerintah, padahal jalur ini menjadi akses penting bagi tiga desa dan dipakai setiap hari oleh warga, termasuk anak sekolah.

Rijanto selaku Bupati Blitar langsung memberikan perhatian setelah menerima berbagai keluhan dari masyarakat. Ia menyampaikan bahwa beberapa waktu lalu, saat berkunjung ke Pasar Kesamben, dirinya sengaja menyempatkan diri meninjau kondisi jembatan sesek itu. Menurutnya, persoalan ini juga menjadi sorotan dari kepolisian karena terkait keselamatan pengguna jalan.

Baca juga:  Sudah Tiga Pekan Berlalu, Pelaku Perampokan Rumah Dinas Wali Kota Blitar Masih Jadi Misteri

Dalam keterangannya, Rijanto menjelaskan posisi jembatan tersebut sangat penting bagi mobilitas warga. “Jembatan darurat ini menghubungkan Dusun Tawang dengan dua desa lain di wilayah Talun, dan langkah ini sekaligus menjadi bagian dari instruksi Presiden untuk memetakan jembatan-jembatan sederhana yang masih digunakan masyarakat sebagai akses utama,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa jalur itu bukan sekadar jalan kecil, tetapi rute vital yang dipakai oleh pelajar, petani, hingga pekerja ternak setiap hari.

Rijanto juga menuturkan bahwa sebenarnya warga dapat melewati jembatan sabo dam, tetapi jalur itu tidak bisa digunakan saat hujan deras. Ketika debit air meningkat, jembatan sesek menjadi satu-satunya alternatif aman bagi masyarakat.

Baca juga:  Panas, Pengunjung Sesalkan Acara Semeriah BEN Carnival Digelar Siang Hari

Selain persoalan jembatan, ia menilai jalan menuju lokasi juga membutuhkan pembenahan menyeluruh. Total jalan yang harus diperbaiki sekitar satu kilometer dengan rincian 750 meter di sisi timur dan 250 meter di sisi barat.

Ia berharap usulan pembangunan jembatan permanen ini mendapat perhatian pemerintah pusat. Rijanto menegaskan bahwa jembatan yang akan dibangun sebaiknya tidak hanya mendukung roda dua. “Akan lebih bermanfaat bila jembatan nantinya bisa menampung kendaraan roda tiga karena petani kerap membawa hasil pertanian menggunakan alat angkut semacam gledekan,” terangnya.

Baca juga:  Pemkab Blitar Maksimalkan DBHCHT 2025 untuk Perluas Akses Layanan Kesehatan Warga

Sementara itu, Chusana Churori selaku Kepala Desa Pasirharjo turut menekankan betapa pentingnya jembatan ini bagi masyarakat Talun.

“Jembatan tersebut sangat membantu warga dalam aktivitas pendidikan maupun ekonomi, sehingga masyarakat dari tiga desa berharap adanya campur tangan pemerintah untuk memperbaiki kondisi yang sudah kurang layak,” jelasnya. Ia menutup pernyataannya dengan harapan agar pembangunan segera direalisasikan demi keselamatan dan kenyamanan warga. (IND/SAN)

Iklan