Di tengah masalah krisis pangan yang sedang mengancam dunia, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengumumkan kabar gembira. Hal ini berkaitan dengan hasil dari komoditas utama pertanian seperti padi, jagung, kedelai dan bawang merah yang mampu melebih target di tahun 2022.

“Selain itu, aneka cabai berhasil diproduksi sebanyak 2,73 juta ton atau telah mencapai 95,12 persen dari target 2,87 juta ton. Kemudian, tebu dan kopi yang produksinya masing-masing telah sesuai terget yakni 34,99 juta ton dan 0,79 juta ton” tutur Mentan dalam rapat dengan Komisi IV DPR, Senin (16/1/2023).

Lalu, beliau juga mengungkapkan bahwa daging sapi atau kerbau sudah berada di angka 0,39 juta ton atau 88,64% dari target 0,44 juta ton, daging domba/kambing mencapai 0,09 juta ton atau sudah 80% persen dari target 0,10 juta ton, daging ayam mencapai 106,5% dari target 3,54 juta ton, dan telur ayam telah mencapai 110,68% dari target 5,71 juta ton.

Baca juga:  Andalkan Nasabah Prioritas, BTN Dorong Masyarakat Punya Rumah Impian

Meskipun bidang pertanian telah dihadapkan banyak tantangan di 2022 seperti konflik Rusia-Ukraina, covid-19, dan perubahan iklim yang mampu menimbulakan krisis pangan dan energi. Tetapi, Mentan mengatakan bahwa semua pihak yang terlibat di bidang pertanian telah bekerja baik di sepanjang tahun 2022.

Oleh sebab itu, banyak target yang bisa tercapai karena usaha keras dari setiap pihak terkait baik dari tingkat daerah hingga pusat. Selain itu, sinergi antara kementerian, kelembagaan, dan stakeholder lain juga menjadi dorongan adanya hasil kerja baik ini.

Baca juga:  Penderita Komorbid hingga Atlet Rentan Terdampak Buruk Cuaca Panas

Berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan hingga akhir tahun 2022, Kementerian Pertanian menghabiskan dana sebanyak Rp15,65 triliun atau mencapai 95,15 persen dari pagu APBN sebesar Rp16,44 triliun.

Untuk pagu anggaran pada tahun 2023, Kementerian Pertanian mendapat alokasi dana sebesar Rp15.32 triliun.

Mentan menyatakan bahwa pelaksanaan berbagai kegiatan untuk mencapai target komoditas pertanian tahun 2023 dan target prioritas nasional akan terjabarkan dalam berbagai program prioritas yang tertuang dalam RPJMN 2020-2024.

Dalam hal ini, Kementerian Pertanian fokus terhadap 4 program, yakni Program Ketersediaan, Akses dan Konsumsi Pangan yang Bermutu; Program Nilai Tambah dan Daya Saing Industri; Program Pendidikan dan Pelatihan Vokasi; dan Program Dukungan Manajemen.

Baca juga:  Harga Emas Menguat Tajam Ditengah Kecemasan Kegagalan Bank-Bank AS

Menurut Mentan Syahrul Yasin Limpo, upaya peningkatan produksi komoditas pertanian akan berpedoman pada empat program tersebut. Hal ini bertujuan untuk menyediakan pangan utama bagi masyarakat dan meningkatkan daya saing produk di bidang pertanian.

—-

Editor: Indo Guna Santy

Iklan