Libur Nataru, Dishub Pantau Kenaikan Kendaraan di Sejumlah Titik Strategis Kabupaten Blitar

Petugas Dishub Blitar Pantau Arus Kendaraan Lewat CCTV di Beberapa Titik (Sumber gambar: blitarkawentar.jawapos.com)

Terjadi peningkatan jumlah kendaraan yang keluar masuk Kabupaten Blitar sejak memasuki masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Blitar mulai mencatat adanya lonjakan berdasarkan hasil pantauan melalui area traffic control system (ATCS).

Kepala Dishub Kabupaten Blitar, Puguh Imam Susanto, menyampaikan bahwa kenaikan arus lalu lintas mulai terdeteksi sejak Jumat (19/12) hingga Selasa (23/12).

Meski demikian, rata-rata jumlah kendaraan roda empat (R4) yang keluar masuk wilayah Kabupaten Blitar masih tercatat di bawah 500 kendaraan per hari.

“Pada periode 19 hingga 23 Desember memang terlihat adanya peningkatan, namun angkanya belum terlalu signifikan. Puncak arus kendaraan diperkirakan terjadi pada Rabu (24/12) ini,” katanya saat wawancara Rabu lalu.

Baca juga:  Kasus Bayi Terlantar di Blitar Masih Belum Jelas, Dinsos Menanti Proses Hukum

Puguh menambahkan, berkaitan dengan puncak arus lalu lintas, Dishub Kabupaten Blitar memprediksi lonjakan yang lebih besar akan terjadi mulai Rabu (24/12) malam hingga 28–29 Desember 2025. Hal tersebut seiring dengan dimulainya masa cuti bersama dan libur kerja.

Pemantauan arus kendaraan dilakukan melalui kamera CCTV lalu lintas harian rata-rata (LHR) yang terpasang di sejumlah titik strategis. Beberapa di antaranya berada di traffic light Kademangan, Srengat, Poluhan, dan Kesamben.

Ia menjelaskan, titik Kademangan berfungsi sebagai jalur keluar masuk kendaraan dari dan menuju Kabupaten Tulungagung. Sementara itu, titik Srengat memantau arus kendaraan dari arah Kediri melalui jalur Udanawu. Adapun Poluhan di Kecamatan Ponggok digunakan untuk memantau kendaraan dari Kediri yang melintas melalui Pasar Patok.

Sedangkan traffic light Kesamben menjadi jalur keluar masuk kendaraan dari arah Malang.

“Di simpang empat Kesamben tersebut, kami menghitung kendaraan yang keluar masuk Kabupaten Blitar dari arah Malang. Totalnya hampir 200 ribu kendaraan. Itu merupakan akumulasi kendaraan keluar dan masuk, belum termasuk pejalan kaki,” jelasnya.

Berdasarkan hasil pemantauan Dishub, total kendaraan yang melintas keluar masuk Kabupaten Blitar sejak 19 hingga 23 Desember hampir mencapai 200 ribu kendaraan.

Jumlah tersebut mencakup kendaraan pribadi serta kendaraan niaga, seperti mobil, sepeda motor, truk, dan bus.

Saat ini, sepeda motor belum menjadi fokus utama dalam penghitungan signifikan karena masih berlangsungnya aktivitas harian, seperti kegiatan sekolah dan perkantoran dalam beberapa waktu terakhir. Adapun kendaraan yang menjadi fokus utama perhitungan adalah kendaraan pribadi dan kendaraan niaga.

Baca juga:  Tempat Karaoke di Blitar Terbakar, Pengunjung Masih Asyik Bernyanyi

Dishub juga memprediksi akan terjadi penurunan jumlah truk mulai 25 Desember, seiring diberlakukannya pembatasan operasional angkutan logistik secara nasional.

Pembatasan tersebut berlaku bagi kendaraan non-bahan pokok. Kebijakan ini diperkirakan berlangsung hingga mendekati akhir Desember, sebelum kembali dilonggarkan guna memenuhi kebutuhan distribusi menjelang pergantian tahun.

Untuk mendukung pengamanan dan pengaturan lalu lintas, Dishub Kabupaten Blitar menyiagakan personel di sejumlah titik.

Posko utama difokuskan di wilayah Kanigoro, sementara personel on call disiagakan di Pos Penataran, Pos Tugurante, dan Pos Wlingi.

“Personel utama kami tempatkan di Kanigoro, sedangkan petugas on call berada di beberapa pos tersebut,” pungkasnya. (HEV/YUN)

Iklan