Sebanyak 937 calon jemaah haji (CJH) mengikuti pelatihan haji terakhir pada Selasa (21/5). Dari jumlah tersebut, terdapat 143 CJH memiliki risiko kesehatan yang tinggi karena menderita beberapa penyakit. Namun, mereka masih diizinkan untuk berangkat karena akan didampingi oleh petugas haji.

Ratusan CJH menghadiri pelatihan haji terakhir yang terselenggara di Kampung Coklat. Mereka diberikan arahan tentang haji oleh Kementerian Agama dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar. Sebelum keberangkatan jemaah haji dari Bumi Penataran, kondisi kesehatan mereka terlihat baik.

“Ada 143 CJH yang dianggap berisiko tinggi karena menderita penyakit diabetes melitus, hipertensi, dan stroke,” ungkap Anggit Ditya Putranto selaku Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar.

Baca juga:  Puncak Harlah 1 Abad NU, Buktikan Harmoni dan Toleransi Beragama

Anggit menjelaskan bahwa di kloter 68, terdapat 55 CJH yang berisiko tinggi, di kloter 69 ada 45 CJH dengan risiko yang sama, dan di kloter 70 terdapat 43 CJH yang menderita penyakit.

Selain itu, dari hasil pemeriksaan kesehatan telah ditemukan 34 jemaah yang harus menggunakan kursi roda. Hal ini bukan karena penyakit, melainkan akibat faktor usia.

CJH yang memiliki risiko kesehatan tinggi akan mendapat pendampingan dari petugas kesehatan yang ikut dalam rombongan haji.

Pemkab Bitar telah meminta agar jemaah haji saling mendampingi dan menjaga kesehatan serta keselamatan masing-masing.

“Jemaah yang berisiko tinggi ini akan diberikan obat dan peralatan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Oleh karena itu, jemaah harus berkomunikasi secara baik dengan petugas,” ungkapnya.

Sementara itu, Khayatul Mahki dari Jabatan Fungsional Umum (JFU) Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Kabupaten Blitar menyatakan bahwa selain pembekalan terakhir kepada CJH, manasik haji kemarin juga menjadi agenda berpamitan dan meminta restu kepada Bupati Blitar. Selain itu, dilakukan juga pengecekan kesiapan mental, kesehatan, dan keperluan yang dibawa.

Baca juga:  Kota Blitar Bersiap Taklukan Kabupaten Pasuruan Usai Ungguli Kota Batu

Persiapan keberangkatan CJH sudah mencapai hampir 100 persen. Hanya menunggu koper dari jemaah. Nantinya, koper milik para CJH akan dikumpulkan pada tanggal 26 Mei di MAN 1 Blitar. Koper tersebut akan diperiksa beratnya serta ditandai setiap rombongan dan kloter.

“Koper akan diberangkatkan lebih dulu ke asrama haji pada Selasa (28/5) jam 11 malam. Keesokannya, kloter 68 berangkat pada Rabu pagi pukul 03.00 WIB. Sedangkan kloter 69 dan 70 berangkat pukul 15.00 WIB,” tambahnya.

 

Editor: Indo Guna Santy

Iklan