Efisiensi Anggaran, Pemkot Blitar Tetap Salurkan Rastrada dengan Penyesuaian di Tahun 2026
Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar menegaskan program di sektor sosial berjalan pada tahun mendatang. Namun demikian, sejumlah penyesuaian harus diterapkan.
Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin menyampaikan kebijakan efisiensi anggaran yang direncanakan berlaku pada 2026 memang berdampak pada beberapa pos kegiatan lain, baik itu kegiatan fisik maupun nonfisik.
”Seperti pada sektor nonfisik, bantuan sosial semacam rastrada turut terdampak. Ada sedikit penyesuaian,” ujarnya.
Penyesuaian itu, kata dia, berupa pengurangan jatah yang diterima keluarga penerima manfaat (KPM). Sementara untuk jumlah sasaran penerima, pemkot memastikan tidak dilakukan pengurangan.
”Yang dikurangi itu adalah volumenya dan tidak terlalu signifikan. Untuk jumlah penerima tetap sama, meskipun ke depan tetap harus dilakukan verifikasi data penerima secara berkala,” jelasnya.
Wali kota yang akrab disapa Mas Ibin ini menuturkan, anggaran yang mengalami pemangkasan tersebut nantinya akan dialihkan untuk program sosial lainnya. Terutama program yang dinilai mampu meningkatkan produktivitas masyarakat.
”Seperti pelatihan-pelatihan usaha guna meningkatkan keterampilan masyarakat. Bekal ilmu yang didapat dari pelatihan itu diharapkan dapat membuat masyarakat semakin produktif dan membuka usaha mandiri,” paparnya.
Selain dialokasikan untuk pelatihan, anggaran juga dialihkan untuk pemenuhan kebutuhan nutrisi ibu hamil. Tujuannya mencegah stunting atau gizi buruk pada calon bayi.
Pemenuhan nutrisi tersebut diwujudkan dalam bentuk paket telur ayam serta vitamin pendukung agar nutrisi calon buah hati dalam kandungan tercukupi dan lahir sehat.
Wali kota memastikan kebijakan efisiensi tahun depan tidak akan memengaruhi program sosial yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pemkot tetap memprioritaskan program yang berdampak pada peningkatan produktivitas masyarakat.
”Selain bantuan dan pelatihan-pelatihan usaha, kami juga menyediakan beasiswa bagi pelajar SMA/SMK yang bersiap melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi,” tandasnya. (HEV/YUN)



