Kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) kembali ditemukan di Kabupaten Blitar. Berdasarkan data terbaru, puluhan hewan ternak dilaporkan terinfeksi penyakit tersebut. Total terdapat sekitar 69 ekor sapi yang terjangkit PMK dengan sebaran kasus terbanyak berada di tiga kecamatan, yakni Nglegok, Talun, dan Kesamben. Kondisi ini membuat dinas terkait meningkatkan kewaspadaan dan penanganan di lapangan.

drh. Lusia Adityaningtyas selaku Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan dan Kesmavet) Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar menjelaskan bahwa sebagian hewan ternak yang terinfeksi saat ini sudah mulai menunjukkan perkembangan positif.

Baca juga:  Keracunan Makanan Usai Yasinan, 18 Warga Wonotirto Blitar Mendapatkan Perawatan Medis

“Memang ada sapi yang masih terpapar, tetapi ada juga yang sudah berangsur pulih. Sekarang semuanya dalam tahap penanganan dan pemulihan,” ujarnya pada Senin (19/1/2026).

Ia juga menegaskan bahwa hingga kini belum ditemukan laporan kematian sapi akibat PMK di wilayah Kabupaten Blitar. Menurutnya, hal tersebut tidak terlepas dari respons cepat petugas ketika menerima laporan awal dari peternak. “Sampai saat ini belum ada informasi sapi mati karena PMK. Begitu ada laporan, petugas langsung turun untuk melakukan pengecekan, investigasi, serta pengambilan sampel,” jelasnya.

Baca juga:  Gempa 5,2 Magnitudo di Lumajang Kagetkan Warga Blitar

Data Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar mencatat total hewan ternak yang terindikasi PMK mencapai sekitar 72 ekor yang terdiri atas 69 sapi dan tiga ekor kambing.

Kasus tersebut tersebar di 15 kecamatan, dengan jumlah tertinggi berada di Kecamatan Nglegok sebanyak 15 kasus, Kecamatan Talun 13 kasus, dan Kecamatan Kesamben 12 kasus. “Di Nglegok, pengambilan sampel juga sudah dilakukan untuk keperluan pemeriksaan laboratorium,” tambah Lusia.

Sebagai langkah pencegahan, Disnakkan Kabupaten Blitar mengingatkan para peternak agar tetap waspada terhadap potensi penularan PMK. Masyarakat juga diimbau untuk menjaga kebersihan kandang serta memastikan hewan ternak mendapatkan vaksinasi guna menekan penyebaran virus PMK. (IND/SAN)

Iklan