Unik! Para Janda dan Lansia ‘Nyantri’ di Pondok Ramadhan di Blitar

Santri Janda dan Lansia tampak Mengaji di Pondok Ramadhan (Sumber gambar: koranmemo.com)

Di Kabupaten Blitar terdapat sebuah pondok pesantren yang hanya dibuka saat bulan Ramadhan. Keunikannya terletak pada para santrinya yang mayoritas merupakan janda dan perempuan lanjut usia (lansia).

Pondok tersebut bernama Pondok Ramadhan Janda Lansia yang berada di Dusun Bendolonje, Desa Kendalrejo, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar.

Keberadaannya sudah ada sejak tahun 2009 dan hingga kini tetap konsisten menjadi tempat belajar agama bagi para lansia, khususnya para janda yang ingin memanfaatkan bulan suci untuk memperdalam ilmu keagamaan.

Lokasinya berada satu kompleks dengan Masjid Jami Mustajabad Daawad, yang dikenal sebagai pusat kegiatan keagamaan setempat. Setiap hari, masjid ini menjadi tempat para santri menempa ilmu agama selama Ramadhan.

Pengelola pondok, Sri Banun, menuturkan bahwa setiap tahun pihaknya memang membuka kesempatan bagi para janda dan lansia yang ingin mengikuti kegiatan mondok selama bulan puasa. Program ini dimulai sejak awal Ramadhan dan berlangsung sekitar dua pekan.

Baca juga:  735 KPM BPNT-PKH di Blitar Gagal Cek Rekening, Dinsos Lakukan Verifikasi Ulang Data

Menurut perempuan yang kini berusia 73 tahun tersebut, pada awal berdirinya santri yang datang sebagian besar merupakan warga sekitar.

Namun seiring waktu, jamaah yang ikut mondok semakin beragam, bahkan ada yang berasal dari luar Kabupaten Blitar seperti Tulungagung.

Jumlah santri pun terus bertambah setiap tahunnya. Pada Ramadhan kali ini, tercatat sedikitnya 43 lansia mengikuti kegiatan mondok. Usia mereka berkisar antara 70 hingga 88 tahun. Sebagian besar merupakan santri lama yang hampir setiap tahun kembali datang untuk memperdalam ilmu agama.

Meski usia sudah tidak muda lagi, semangat mereka untuk belajar tidak surut. Alasan utama mengikuti pondok Ramadhan ini adalah untuk meraih keberkahan, menenangkan hati, serta menjaga daya ingat agar tidak mudah pikun. Selain itu, faktor kebersamaan dengan teman sebaya juga menjadi daya tarik tersendiri.

Selama mondok, para santri mengikuti berbagai kegiatan keagamaan setiap hari. Untuk bermalam, tersedia kamar atau penginapan sederhana yang letaknya tidak jauh dari masjid.

Kegiatan dimulai sejak pagi hari dengan olahraga ringan, dilanjutkan salat dhuha dan pengajian. Aktivitas yang paling banyak dilakukan adalah mengaji Alquran.

Kegiatan mengaji biasanya berlangsung setelah salat Dhuhur hingga menjelang waktu berbuka puasa. Selain itu, para santri juga rutin melaksanakan salat berjamaah, baik salat fardhu maupun salat sunnah.

Waktu istirahat dibatasi hingga pukul 22.00. Menjelang sahur, para santri dianjurkan untuk melaksanakan salat sunnah seperti tahajud dan ibadah malam lainnya.

Pondok Ramadhan khusus janda dan lansia ini selalu menjadi tujuan banyak jamaah. Selain suasana yang akrab dan penuh kebersamaan antar santri, seluruh kegiatan tidak dipungut biaya. Operasional pondok didukung oleh para donatur yang membantu kebutuhan makan dan keperluan lainnya.

Baca juga:  Tak Ditemui Bupati Blitar, Pendemo Emosi Mencoba Robohkan Pagar Kantor

Meski demikian, ada pula santri yang membawa bahan makanan sendiri seperti beras dan sayuran. Bahan-bahan tersebut kemudian dimasak bersama untuk disantap bersama-sama. Momen inilah yang semakin mempererat kebersamaan di antara mereka.

Salah satu santri, Zaediyah, mengaku mengikuti kegiatan mondok semata-mata untuk mencari berkah Ramadhan. Di usianya yang telah memasuki kepala delapan, ia ingin memperbanyak ilmu sebagai bekal kehidupan, termasuk untuk akhirat kelak.

Ia merasakan ketenangan hati selama mengikuti kegiatan di pondok tersebut dan berharap ilmu yang diperoleh dapat bermanfaat bagi dirinya, keluarga, maupun lingkungan sekitarnya. (HEV/YUN)

Iklan