Jelang Mudik, Terminal Patria Blitar Perketat Pemeriksaan Bus dan Awak Angkutan
Menjelang musim mudik Lebaran, Terminal Tipe A Patria Blitar meningkatkan pengawasan terhadap armada angkutan umum yang beroperasi.
Upaya ini dilakukan guna memastikan keselamatan dan kenyamanan masyarakat yang hendak pulang ke kampung halaman.
Kepala Terminal Tipe A Patria Blitar, Verie Sugiharto, menyampaikan bahwa salah satu langkah utama yang dilakukan adalah memperketat pelaksanaan ramp check atau pemeriksaan kelaikan bus. Pemeriksaan tersebut mencakup aspek teknis maupun administrasi kendaraan sebelum diizinkan beroperasi.
Menurutnya, ramp check merupakan prosedur wajib yang tidak boleh diabaikan, terlebih menjelang momen arus mudik. Pemeriksaan ini dilakukan bersama dinas perhubungan setempat untuk memastikan setiap bus dalam kondisi layak jalan.
“Ramp check ini sudah menjadi kegiatan rutin. Namun, satu bulan sebelum Lebaran, intensitasnya kami tingkatkan,” ujarnya, Minggu (23/2).
Ramp check dilakukan hampir setiap hari dengan menyasar bus yang akan berangkat dari terminal. Pihak terminal bersama dinas terkait memastikan setiap kendaraan yang mengangkut penumpang benar-benar memenuhi standar keselamatan.
Keselamatan penumpang, kata Verie, menjadi prioritas utama. Oleh karena itu, setiap bus yang ditemukan tidak memenuhi syarat teknis akan langsung diminta melakukan perbaikan sebelum kembali beroperasi.
“Kami ingin memastikan armada yang berangkat dari terminal ini benar-benar aman dan siap jalan,” tegasnya.
Tidak hanya kondisi kendaraan yang diperiksa, kesehatan awak bus juga menjadi perhatian serius. Terminal Patria bekerja sama dengan tenaga kesehatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan bagi sopir dan kernet.
Selain itu, tes urine juga digelar dengan melibatkan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota dan Kabupaten Blitar. Langkah ini dilakukan untuk memastikan awak bus bebas dari penyalahgunaan narkotika.
Melalui pemeriksaan kesehatan tersebut, dapat diketahui apakah sopir dan kernet dalam kondisi prima atau tidak. Jika ditemukan dalam keadaan kurang fit, mereka disarankan untuk beristirahat dan tidak diperbolehkan mengemudi.
“Kalau kondisinya tidak sehat, kami minta untuk tidak memaksakan diri. Keselamatan penumpang jauh lebih penting,” jelas Verie.
Ia pun mengimbau para pengemudi agar menjaga kondisi tubuh, terutama di tengah padatnya aktivitas menjelang Lebaran. Mengemudi dalam keadaan lelah atau tidak sehat berisiko membahayakan diri sendiri maupun penumpang.
Terminal Tipe A Patria Blitar memprediksi peningkatan jumlah penumpang akan mulai terlihat pada H-3 Lebaran. Biasanya, lonjakan didominasi para perantau yang pulang kampung ke wilayah Blitar.
“Kami perkirakan puncaknya di H-3 Lebaran. Koordinasi terus kami lakukan agar pelayanan tetap optimal dan keselamatan tetap terjaga,” pungkasnya. (HEV/YUN)



