Tarif Sementara Berlaku, Penyeberangan Sungai Brantas Hadapi Lonjakan Penumpang Lebaran
Momen Lebaran selalu identik dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, termasuk di jasa penyeberangan Sungai Brantas. Pada periode ini, jumlah penumpang mengalami lonjakan drastis hingga mencapai sekitar 300 persen dibandingkan hari biasa.
Kepadatan yang tinggi tersebut bukan hal baru. Pengelola jasa penyeberangan Sungai Brantas, Ali Mustofa, menyebut bahwa peningkatan hingga tiga kali lipat ini merupakan pola yang rutin terjadi setiap Idulfitri.
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, pihak pengelola telah menyiapkan sejumlah langkah strategis. Salah satu upaya utama adalah menambah jumlah tenaga kerja di lapangan.
Jika pada hari normal hanya terdapat empat kru yang bertugas, saat Lebaran jumlah tersebut ditingkatkan menjadi sekitar 8 hingga 10 personel.
Menurut Ali, penambahan kru ini bertujuan mempercepat proses bongkar muat kendaraan agar antrean di area penyeberangan tidak terlalu panjang. Dengan begitu, arus kendaraan yang keluar masuk kapal dapat berjalan lebih lancar.
Selain fokus pada kelancaran operasional, kenyamanan penumpang juga menjadi perhatian. Mengingat waktu tunggu yang cenderung lebih lama saat puncak arus Lebaran, pengelola menyediakan fasilitas tambahan berupa tempat berteduh atau ruang tunggu baru.
Fasilitas ini disiapkan agar penumpang tetap merasa nyaman saat menunggu giliran menyeberang, baik dari paparan panas matahari maupun hujan. Langkah ini menjadi bagian dari peningkatan layanan di tengah tingginya jumlah pengguna jasa.
Di sisi lain, faktor keselamatan juga tidak luput dari perhatian. Berbagai perlengkapan keamanan seperti pelampung dan lifebuoy telah disiapkan secara maksimal. Hal ini penting untuk mengantisipasi kondisi sungai yang bisa berubah, terutama akibat cuaca yang tidak menentu.
Seiring meningkatnya jumlah penumpang dan layanan tambahan yang diberikan, pengelola juga memberlakukan penyesuaian tarif sementara. Kebijakan ini berlaku mulai H+1 hingga H+7 Lebaran.
Untuk kendaraan roda dua, tarif ditetapkan sebesar Rp 5.000 per unit, sedangkan kendaraan roda empat dikenakan tarif Rp 15.000 per unit. Penyesuaian ini dilakukan guna menunjang kebutuhan operasional selama masa libur panjang, sebelum nantinya tarif kembali normal.
Dengan berbagai persiapan tersebut, jasa penyeberangan Sungai Brantas optimistis dapat menjaga kelancaran, kenyamanan, dan keselamatan ratusan penumpang yang melintas setiap hari selama periode Lebaran. (HEV/YUN)



