Ribuan siswi SD di Kota Blitar telah menerima vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) sebagai langkah pencegahan kanker serviks atau kanker leher rahim sejak usia dini. Dalam upaya ini, sekitar 2 ribu dosis vaksin HPV telah tersedia di Dinas Kesehatan Kota Blitar, dengan rencana pemberian vaksin ini secara bertahap kepada siswa perempuan kelas 5-6 SD.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Blitar, Dharma Setiawan, menjelaskan, “Ini bertujuan untuk memberikan perlindungan kepada anak perempuan usia 11-12 tahun, terutama untuk mencegah penyakit kanker serviks atau kanker leher rahim.” Menurutnya, berdasarkan studi, vaksinasi HPV pada anak perempuan usia 11-12 tahun dapat mengurangi insiden kanker leher rahim saat dewasa hingga 100 persen. Oleh karena itu, vaksinasi HPV pada usia dini perempuan menjadi penting dalam upaya pencegahan kanker serviks.

Kota Blitar mendapat alokasi sebanyak 2 ribu dosis vaksin HPV untuk siswi SD berusia 11-12 tahun. Tim petugas kesehatan, didampingi oleh tim dari Dinas Kesehatan Kota Blitar, akan melaksanakan vaksinasi HPV ini di sekolah-sekolah secara bertahap. Dharma Setiawan menambahkan,

“Saat ini, sudah ada beberapa siswi yang telah divaksin HPV, dan targetnya adalah dapat tercapai dalam tahun ini.”

Sebelumnya, vaksinasi HPV hanya tersedia secara berbayar dengan biaya sekitar Rp 400 ribu hingga Rp 500 ribu per dosisnya. Namun, sekarang vaksinasi HPV pada anak telah menjadi program pemerintah dan disediakan secara gratis kepada masyarakat.

Baca juga:  Pengungsi Rohingya di Blitar dan Tulungagung, Kini Menikahi Warga Lokal

Kepala Dinas Pendidikan Kota Blitar, Samsul Hadi, juga memberikan dukungan terhadap kegiatan vaksinasi HPV untuk siswi SD. Disdik akan berperan dalam koordinasi dengan lembaga sekolah terkait pelaksanaan vaksinasi ini, sehingga masing-masing sekolah dapat memastikan partisipasi siswinya dalam program vaksinasi HPV ini.

“Targetnya adalah siswi kelas 5-6 dengan usia 11-12 tahun. Kami akan memberikan dukungan koordinasi dengan sekolah untuk memastikan kelancaran pelaksanaannya,” katanya.

Editor: Rozak Al-Maftuhin

Iklan