Gus-Gus Nusantara atau GGN Jawa Timur menyerahkan bibit pohon pisang dan memberikan edukasi kepada santri dan masyarakat sekitar terkait tata cara penanaman pisang yang baik dan benar.

Kegiatan ini terselenggara di Pondok Pesantren Al Falah Mojosari, Desa Karangtalun, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri. Gus Alwy Hasan selaku Korwil GGN Jatim mengatakan bahwa pelaksaan pelatihan tata cara penanaman bibit pohon pisang ini agar pisang mampu tumbuh dengan buah lebih besar dan cengkehan yang banyak.

Relawan Ganjar Pranowo tersebut ingin mendorong ketahanan pangan dan menumbuhkan perekonomian masyarakat sekitar. Jenis pisang yang diberikan pun ambon dan pisang raja.

Baca juga:  Lomba Derkuku Nasional di Blitar, Juara Bisa Dihargai 150 Juta

Gus Alwy menyampaikan alasannya memili pisang ambon karena lebih bisa dinikmakti oleh masyarakat luas, baik dari kalangan bawah maupun atas.

Pohon pisang sendiri mempunyai banyak manfaat. Tidak hanya dari buah pisangnya saja, namun daun dan batanganya memiliki manfaat bagi  kehidupan manusia.

Selain itu, Gus Alwy juga menjelaskan tujuannya menanam pisang ambon karena jenis tersebut dapat masuk ke swalayan sehingga mampu meningkatkan perekenomian masyarakat di sekitar pesantren.

Gus Muhibul Fauzi (30) selaku Pengasuh Ponpes Al Falah merasa senang dan menyambut baik bantuan bibit dan pelatihan penanaman pohon pisang yang dilakukan oleh GGN Jatim di lingkungannya. Dia berharap setelah kegiatan ini dan pohon pisang tumbuh semoga bermanfaat untuk para santri dan masyarakat sekitar sebagai ladang bisnis.

Baca juga:  Mengapa Sosialisasi Penting untuk Kesuksesan Anda?

“Pastinya hal ini menjadi sebuah terobosan yang bagus. Para santri tidak hanya pinter ilmu kitab saja, namun juga harus pinter secara ilmiah seperti paham menanam pohon seperti itu,” tutur Gus Muhibul.

Setelah melakukan kegiatan pelatihan ini, GGN Jatim bersama para santri, pihak pengurus ponpes, dan masyarakat di lingkungan sekitar juga menggelar doa bersama untuk negeri. Selain itu, mereka juga berdoa semoga langkah Ganjar menjadi Presiden 2024 dapat tercapai.

Untuk mengisi waktu kosong sebelum buka puasa, terselenggara tausiah bertema perbedaan ulama dalam menentukan Idul Fitri.

Baca juga:  Pemotor Berjaket Ojol Lempar Selang Air ke Lapas Kediri, Isinya 3.000 Pil Koplo

Editor: Indo Guna Santy

Iklan