Kunjungan Poli Jiwa RSUD Ngudi Waluyo Tembus 7.483 Pasien pada 2025

Meja Pendaftaran di RSUD Ngudi Waluyo Kabupaten Blitar (Sumber gambar: beritabersatu.com)

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ngudi Waluyo milik Pemerintah Kabupaten Blitar, Jawa Timur, mencatat kunjungan pasien ke poli jiwa sepanjang 2025 mencapai 7.483 orang.

Gangguan kecemasan yang dipicu persoalan ekonomi, beban pekerjaan, serta masalah sosial yang semakin kompleks menjadi penyebab dominan gangguan kejiwaan pada pasien.

“Untuk mengetahui penyebab secara lebih rinci, masih diperlukan kajian yang lebih mendalam,” ujar Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUD Ngudi Waluyo, Deny Christianto, dalam keterangan tertulis kepada redaksi Kompas, Senin (5/1/2026).

Deny menjelaskan, berdasarkan jenis gangguan, kecemasan umum menempati urutan pertama dengan proporsi 31,2 persen. Jika digabungkan dengan jenis gangguan kecemasan lainnya, totalnya mencapai 44,5 persen dari keseluruhan pasien.

Baca juga:  Pemkab Blitar Lelang 47 Kendaraan Dinas, Targetkan Tambahan PAD Rp660 Juta

Jenis gangguan terbanyak kedua adalah skizofrenia paranoid dengan proporsi 12 persen. Apabila digabungkan dengan gangguan skizofrenia lain, seperti skizofrenia tak teratur, skizofrenia depresif, dan skizoafektif, maka totalnya mencapai 30,5 persen.

Sementara itu, sekitar 25 persen sisanya terdiri dari gangguan akibat kerusakan dan disfungsi otak sebesar 6,5 persen, episode depresif 5,9 persen, psikotik lir-skizofrenia akut 5,4 persen, afektif bipolar 4,2 persen, serta gangguan emosi tak stabil 2,8 persen.

Deny mengakui pihaknya belum memiliki data terpilah secara detail terkait tingkat keparahan gangguan kejiwaan para pasien.

Pasien Didominasi Perempuan

Dari sisi jenis kelamin, pasien gangguan jiwa didominasi perempuan. Sekitar 64 persen dari total pasien atau sebanyak 4.367 orang merupakan pasien perempuan.

“Dari 7.483 pasien itu, 64 persennya atau 4.367 di antaranya adalah pasien perempuan,” kata Deny. Dominasi pasien perempuan ini juga terlihat pada data tahun 2024, di mana pasien jiwa perempuan mencapai 59,5 persen.

Namun, Deny belum dapat menjelaskan alasan jumlah pasien perempuan di RSUD yang berlokasi di Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar, tersebut selalu lebih banyak dibandingkan pasien laki-laki.

Baca juga:  Kuota Minim, Pemprov Jatim Dorong Penambahan Gas Melon untuk Kabupaten Blitar

Masuk Kelompok Usia Produktif

Berdasarkan kelompok usia, Deny menyebutkan pasien terbanyak berasal dari kelompok usia tua dengan proporsi hampir separuh, yakni 49 persen. Pengelompokan usia ini mengacu pada ketetapan Kementerian Kesehatan RI, di mana kelompok usia tua berada pada rentang 45–64 tahun.

Posisi kedua ditempati kelompok usia dewasa 25–44 tahun dengan proporsi 33 persen. “Dapat dikatakan mayoritas pasien berada di kelompok usia produktif,” ujarnya.

Adapun sisanya terdiri dari kelompok usia remaja 15–24 tahun sebesar 8 persen, lanjut usia 7 persen, anak-anak 2 persen, serta balita 1 persen. (HEV/YUN)

Iklan