Jalan Rusak di Perbatasan Tiga Wilayah Blitar Membahayakan Pengendara, Warga Minta Perbaikan Permanen
Jalan penghubung di kawasan perbatasan tiga wilayah, yakni Desa Sumberjo, Desa Bacem, hingga Kelurahan/Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar, mengalami kerusakan parah dan hingga kini belum mendapat penanganan maksimal.
Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari warga, tetapi juga mengancam keselamatan pengendara yang melintas setiap hari. Hasil pantauan di lapangan menunjukkan, permukaan jalan dipenuhi lubang dengan ukuran bervariasi.
Aspal yang sebelumnya ditambal kembali mengelupas, menyisakan permukaan bergelombang yang rawan membuat kendaraan tergelincir.
Di beberapa titik, warga berinisiatif menutup lubang menggunakan tanah. Namun, upaya itu tidak mampu mengatasi kerusakan jalan secara optimal. Salah satu warga Desa Sumberjo, Eko Setiawan (43), mengungkapkan bahwa kerusakan jalan sudah sering terjadi.
“Jalan ini sudah sering rusak, pernah beberapa kali ditambal tapi ya kembali lagi,” ujarnya.
Bahaya semakin besar pada malam hari karena minimnya penerangan jalan. Rohman, warga Desa Bacem, bahkan mengaku pernah menjadi korban kecelakaan akibat kondisi tersebut.
“Lubangnya besar-besar, apalagi kalau malam itu gelap karena gak ada penerangan. Bahaya, soalnya dulu saya pernah jatuh di tengah jalan sana,” katanya.
Jalur tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan tiga wilayah, sekaligus menjadi jalan utama bagi warga menuju tempat kerja, sekolah, maupun mengangkut hasil pertanian. Intensitas lalu lintas yang tinggi, terutama dari kendaraan berat seperti truk, diduga mempercepat kerusakan jalan.
“Anak saya sekolah di SDN Bacem 1, jadi tiap hari lewat situ. Truk, mobil, motor semua lewat sini, mas,” tambah Eko.
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar segera melakukan perbaikan permanen, bukan hanya penambalan sementara. “Harapannya jangan cuma ditambal-tambal saja, sesekali diperbarui biar lebih awet,” tutur Rohman. (HEV/YUN)



