Tulungagung – Relawan Gus-Gus Nusantara atau yang akrab dengan sapaan GGN Jatim telah menyerahkan sejumlah bantuan untuk proses pembangunan asrama putri di Pondok Pesantren Tahfidzul Quran Al Fattah.

Bantuan tersebut berupa material seperti pasir, genteng, semen, dan bata ringan. Rinciannya meliputi 1 rit pasir, 1.000 genteng, 10 sak semen, dan timba atau ember.

“Kami berharap, semoga pondok yang baru dirintis di wilayah ini pembangunannya bisa cepat selesai dan santri yang mondok lebih senang dan istiqamah,” kata Gus Alwy Hasan selaku Korwil GGN Jawa Timur di Pondok Pesantren Tahfidzul Quran Al Fattah, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung, Kamis (16/2/2023).

Baca juga:  70 Anak di Blitar Ajukan Dispensasi Pernikahan Dini Karena Hamil di Luar Nikah

Pondok Pesantren Tahfidzul Quran Al Fattah adalah pesantren yang baru berusia enam tahun. Maka dari itu, GGN Jatim ikut mendorong perkembangan dan kemajuan Ponpes Al Fattah dengan memberi bantuan untuk proses pembangunannya.

Bantuan tersebut bertujuan untuk penyelesaian pembangunan lantai 2 pondok pesantren. Gus Alwy juga berharap bantuan yang GGN berikan bisa mempercepat pembangunan pesantren.

“Menurut kami, pondok-pondok yang baru merintis memang harus menjadi prioritas dalam penyaluran bantuan,” terang Gus Alwy. Pada kesempatan tersebut, relawan pendukung Ganjar Pranowo bersama Pondok Tahfidzul Quran Al Fattah juga mengadakan peringsatan Isra Mikraj sekaligus doa bersama untuk kemaslahatan bangsa.

Baca juga:  Sebelum Beraksi, Pelaku Penembakan Beberapa Kali Kirim Surat ke MUI

Muhammad Munawar selaku pengasuh Pondok Pesantren Al Fattah mengucapkan terima kasih atas bantuan yang ponpes terima. “Kegiatan hari ini berjalan dengan sangat lancar dan semoga dapat bermanfaat bagi semua ponpes yang sedang merintis,” katanya.

Dia juga menuturkan bahwa para santri sangat antusias dalam menyambut GGN Jatim. Khususnya perihal bantuan yang diberikan untuk pembangunan ponpes.

“Adanya pembangunan lantai 2 di ponpes ini, semoga ponpes Tahfidzul Quran Al Fattah bisa semakin bermanfaat. Banyak santri yang berminat untuk mondok,” tutup Muhammad Munawar.

Baca juga:  Cegah Meningkatnya Jumlah Janda di Blitar, MUI Dorong Pembentukan Satgas Khusus

Editor: Indo Guna Santy

Iklan