Pemkot Blitar terus berupaya mengembangkan sektor perdagangan hewan, salah satunya melalui rencana pembangunan atap permanen bagi pedagang sapi di Pasar Hewan Dimoro. Inisiatif ini dinilai penting untuk meningkatkan kenyamanan serta memperkuat posisi Pasar Dimoro sebagai pusat perdagangan sapi yang cukup besar di Jawa Timur.

Syauqul Muhibbin selaku Wali Kota Blitar menyampaikan bahwa pembangunan atap tersebut menjadi bagian dari prioritas revitalisasi pasar.“Kami ingin memberikan kenyamanan yang lebih baik kepada pedagang sapi melalui pembangunan atap ini,” tegasnya.

Baca juga:  Rencana Proyek Jalan Tol Malang-Blitar-Tulungagung Belum Ada Kejelasan

Dengan hadirnya sarana yang lebih representatif, dirinya berharap Pasar Hewan Dimoro dapat berkembang menjadi pusat perdagangan hewan yang modern dan terpadu.

“Upaya sedang kami lakukan supaya atap permanen benar-benar bisa terpasang di Pasar Dimoro,” tambahnya. Harapan pria yang akrab disapa Mas Ibin ini, pasar Dimoro tidak hanya sekadar tempat transaksi, tetapi juga bisa berfungsi sebagai penunjang kegiatan jual beli sapi di Blitar maupun sekitarnya.

Sebagai catatan, Pasar Hewan Dimoro telah direvitalisasi lebih dulu pada 2023 dengan alokasi dana sekitar Rp3 miliar dari APBD. Revitalisasi tersebut mencakup penyediaan kios, patok pengikat sapi, musala, dan perbaikan lantai pasar. Namun, sampai saat ini bagian atap masih berupa paranet atau jaring sederhana.

Baca juga:  Kisah Pilu Pekerja Migran Asal Blitar, Disiksa Sesama WNI di Malaysia

Untuk mewujudkan pembangunan lanjutan, pemerintah kota berencana mengajukan bantuan ke tingkat pusat. “Karena atapnya masih memakai paranet, kami berencana mengajukan dukungan anggaran kepada pemerintah pusat,” jelasnya.

Dengan daya tampung mencapai 750 ekor sapi, kehadiran atap permanen diyakini akan membuat transaksi di pasar lebih nyaman sekaligus mengokohkan perannya sebagai salah satu pasar hewan terbesar di Jawa Timur. (IND/SAN)

Iklan