Motif di balik insiden pembakaran mobil pikap yang dilakukan oleh seorang driver ojek online (ojol) di Jalan Majapahit, Kota Blitar, akhirnya mulai terungkap. Berdasarkan hasil penyelidikan aparat kepolisian, aksi nekat tersebut dilatarbelakangi oleh rasa dendam.
Pelaku yang berinisial DS mengungkapkan bahwa dirinya merasa kesal setelah beberapa waktu sebelumnya terlibat insiden dengan sebuah mobil pikap berwarna serupa yang diduga menyerempet motornya saat hujan deras. Merasa tidak terima, DS kemudian mencari kendaraan yang diyakini telah menyenggolnya tersebut.
Saat melintas di Jalan Majapahit, pelaku melihat mobil yang tampak mirip dengan kendaraan yang pernah menyerempetnya dan memutuskan untuk membalas dendam. Ia menyusun rencana untuk membakar mobil tersebut secara sengaja.
“Pelaku menyatakan bahwa ia pernah tersenggol oleh kendaraan korban ketika sedang mengendarai motor di tengah hujan deras di kawasan Jalan Tanjung,” jelas Kompol Subondo selaku Kapolsek Sananwetan pada Sabtu (17/5/2025).
Meski begitu, pihak kepolisian masih mendalami lebih lanjut keterangan dari pelaku, sebab terdapat ketidaksesuaian dengan pernyataan korban. “Kami masih melakukan pemeriksaan karena keterangan pelaku dan korban tidak saling berkaitan,” imbuhnya.
Sementara itu, pemilik mobil bernama Andi Widodo menyatakan bahwa dirinya tidak mengenal pelaku dan merasa tidak pernah terlibat dalam insiden tabrakan dengan pengemudi ojek online.
“Saya sama sekali tidak merasa pernah menyerempet siapa pun dan tidak mengenal pelaku,” tegasnya.
Andi juga menambahkan bahwa mobil pikap tersebut jarang digunakan dan biasanya hanya dipakai untuk mengangkut limbah dari usahanya seminggu sekali.
“Saya hanya memakai mobil ini sesekali untuk membuang sampah usaha. Itu pun sangat jarang,” tambahnya.
Aksi pembakaran mobil terjadi pada Sabtu dini hari, 18 Mei 2025 sekitar pukul 03.47 WIB, ketika pemilik kendaraan sedang tertidur. Dari rekaman CCTV, pelaku terlihat datang seorang diri mengenakan jaket Gojek dan helm. Selain itu, pelaku membawa alat berupa tongkat dan kain yang sudah dibasahi bahan bakar Pertamax. Hal tersebut menunjukkan bahwa tindakannya telah direncanakan dengan matang. (IND/SAN)




