Prestasi membanggakan berhasil ditorehkan Enggar Bayu Saputra, atlet kickboxing asal Kabupaten Blitar yang dikenal dengan julukan “Bayu Buldozer” dalam ajang SEA Games 2025 yang digelar di Thailand.

Di tengah berbagai tekanan dan situasi yang tidak kondusif, Bayu mampu mempersembahkan medali perunggu bagi kontingen Indonesia. Raihan ini tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga simbol keteguhan mental atlet nasional di tengah dugaan ketidakadilan.

Perjalanan Bayu menuju podium tidak berjalan mulus. Langkahnya untuk melaju ke partai final harus terhenti di babak semifinal setelah juri menyatakan ia kalah angka dari atlet tuan rumah. Keputusan tersebut menuai sorotan tajam karena dinilai sarat kontroversi dan menimbulkan tanda tanya besar terkait objektivitas penilaian pertandingan.

Baca juga:  Bansos Dianggap Tidak Tepat Sasaran, PKDI dan Dinsos Blitar Bahas Sinkronisasi Data

Sugeng Wahyu Widodo selaku Pelatih Kickboxing Kabupaten Blitar secara terbuka mengungkapkan kekecewaannya terhadap jalannya laga. Ia menilai terdapat banyak kejanggalan yang merugikan atlet Indonesia.

“Kami melihat banyak hal yang tidak wajar. Beberapa serangan keras atlet kita jelas masuk, tetapi poinnya tidak bertambah. Sebaliknya, poin untuk atlet tuan rumah justru dengan mudah diberikan. Kondisi ini sangat merugikan Timnas,” ujarnya dengan nada kecewa.

Tekanan tidak hanya terjadi di arena pertandingan. Situasi semakin menegangkan ketika manajer Tim Nasional Kickboxing Indonesia mengalami intimidasi non-teknis. Widodo menceritakan bahwa manajer tim sempat diamankan aparat keamanan Thailand saat berada di hotel untuk mengurus kebutuhan atlet.

Baca juga:  Jalan Rusak di Perbatasan Tiga Wilayah Blitar Membahayakan Pengendara, Warga Minta Perbaikan Permanen

Tanpa keterangan yang jelas, pihak berwenang setempat meminta manajer tersebut segera dideportasi. Ancaman pun dilontarkan. “Tekanannya luar biasa. Awalnya manajer menolak, tetapi kemudian muncul ancaman bahwa jika deportasi tidak dilakukan, seluruh atlet kickboxing Indonesia akan didiskualifikasi,” terang Widodo.

Demi kelangsungan perjuangan atlet, manajer tim akhirnya memilih mengalah. Keputusan pahit itu justru menjadi pelecut semangat bagi Bayu dan rekan-rekannya untuk tetap tampil maksimal hingga akhir kompetisi.

Setelah seluruh pertandingan rampung, Timnas Kickboxing Indonesia dijadwalkan kembali ke Indonesia dengan membawa medali sekaligus kisah perjuangan penuh tantangan. “Jika semua laga sudah selesai, seluruh atlet akan kembali ke tanah air,” tutup Widodo. (IND/SAN)

Iklan