Di Kota Blitar, tidak ada lagi alasan bagi anak-anak usia sekolah untuk tidak melanjutkan pendidikan. Pemerintah Kota melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) menghadirkan layanan antar-jemput khusus untuk menjangkau siswa yang enggan kembali ke bangku sekolah, termasuk mereka yang berisiko menjadi Anak Putus Sekolah (APS).

Program ini menjadi bentuk pelayanan aktif Dispendik dalam menangani persoalan APS. Untuk mendukung pelaksanaan layanan ini, telah disiapkan kendaraan khusus yang digunakan untuk menjemput anak-anak langsung dari rumah mereka.

Dindin Alinurdin selaku Kepala Dispendik Kota Blitar menyampaikan bahwa pihaknya tidak hanya menunggu laporan dari masyarakat, melainkan juga turun langsung ke lapangan dan berkoordinasi dengan kelurahan.

Baca juga:  Tiket KA Kahuripan Masa Angkut Lebaran Ludes, Blitar Jadi Tujuan Mudik Populer

“Jika ada laporan tentang anak usia sekolah yang tidak mau sekolah, nantinya tim kami akan langsung menjemputnya ke rumah masing-masing,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa penanganan anak-anak ini melibatkan kerja sama lintas sektor seperti Dinas Sosial, P3AP2KB, dan psikolog untuk memberikan perhatian sekaligus pendampingan secara menyeluruh. “kami tidak sendirian dalam menjalankan program ini, namun hadir juga dukungan dari banyak pihak terkait,” tambahnya.

Selain sebagai alat transportasi, mobil yang disediakan juga berfungsi sebagai media pendekatan emosional. “Anak-anak yang kami jemput akan diajak mengelilingi kota lebih dulu. Hal ini dilakukan supaya mereka merasa lebih senang sehingga siap untuk kembali ke bangku sekolah,” jelasnya.

Baca juga:  Rumah Sakit Islam Aminah Blitar Launching Program Tahsin Karyawan

Inisiatif ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memberikan akses pendidikan yang merata, terutama bagi anak-anak yang terkendala oleh faktor ekonomi, lingkungan, atau kondisi psikologis. “Kami tidak ingin ada lagi anak yang meninggalkan pendidikannya hanya karena alasan ekonomi, kemalasan, atau hambatan lain,” tegasnya.

Dengan layanan ini, diharapkan tidak ada lagi anak di Kota Blitar yang kehilangan hak atas pendidikan karena alasan yang bisa diatasi melalui pendekatan secara tepat. (IND/SAN)

Iklan