Jembatan Banggle–Sawentar Rampung Diperbaiki, Mobilitas Warga Kembali Lancar

Jembatan Banggle – Sawentar rampung diperbaiki (Sumber gambar: memo.co.id)

Akses jalur alternatif yang menghubungkan Kecamatan Kanigoro dan Kecamatan Sananwetan kini kembali berfungsi normal setelah sebelumnya sempat terputus akibat kerusakan jembatan.

Jembatan yang berada di Jalan Raya Banggle, Desa Banggle, Kecamatan Kanigoro, yang sebelumnya mengalami ambrol kini telah selesai diperbaiki dan sudah dapat dilalui kendaraan.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Blitar, Hamdan Zulkifli, menjelaskan bahwa perbaikan jembatan tersebut dilakukan menggunakan anggaran dari Unit Reaksi Cepat (URC).

Menurutnya, penggunaan skema URC memungkinkan proses penanganan kerusakan dilakukan lebih cepat dibandingkan mekanisme biasa.

Baca juga:  2.001 Warga Blitar Terancam Nonaktif NIK, Wajib Rekam e-KTP Sebelum Akhir April 2025

“Perbaikan sudah rampung dan sekarang jembatan sudah bisa dilalui kendaraan lagi. Proses pengerjaan memakan waktu hampir satu setengah bulan,” jelas Hamdan.

Ia menambahkan, selama masa perbaikan berlangsung masyarakat diminta untuk menggunakan jalur alternatif karena akses utama harus ditutup sementara.

Penutupan tersebut dilakukan karena sebagian konstruksi jembatan harus dibongkar sehingga membutuhkan waktu pengerjaan yang cukup lama. Kini, dengan dibukanya kembali jembatan tersebut, mobilitas masyarakat di jalur tersebut diharapkan kembali berjalan normal.

Aktivitas warga yang sebelumnya terganggu akibat terputusnya akses penghubung kini juga dapat kembali lancar.

“Meskipun menggunakan skema URC, kami memastikan pembangunan jembatan Banggle–Sawentar ini cukup kuat dan bisa digunakan masyarakat dalam jangka panjang, terlebih menjelang Lebaran,” ungkapnya.

Salah satu warga Desa Sawentar, Kecamatan Kanigoro, Erina, mengaku bersyukur karena jembatan tersebut sudah dapat dilalui kembali.

Menurutnya, jembatan itu merupakan jalur penting yang ia gunakan setiap hari untuk pergi bekerja, karena tempat kerjanya berada di seberang jembatan penghubung Sawentar–Banggle.

“Alhamdulillah sekarang bisa berangkat kerja lebih cepat dan lebih efisien. Selama jembatan diperbaiki, kami harus lewat jalur alternatif melewati sawah warga. Kalau hujan kondisinya sangat sulit karena jalannya berlumpur,” ujar Erina.

Baca juga:  Pria Tunanetra di Blitar Ditipu Tetangga Sendiri, Mobilnya Dibawa Kabur

Diketahui, jembatan tersebut sebelumnya ambrol pada Kamis (22/1) sekitar pukul 14.47 WIB. Bagian tengah jembatan runtuh total sehingga akses penghubung antara Kecamatan Kanigoro dan Kecamatan Sananwetan sempat terputus dan tidak bisa dilalui kendaraan.

Selama proses perbaikan berlangsung, jalur tersebut ditutup sementara guna menjaga keselamatan pengguna jalan sekaligus mendukung kelancaran pekerjaan konstruksi.

Dalam periode tersebut, warga terpaksa memanfaatkan jalur alternatif melalui area persawahan untuk menuju Kota Blitar. Namun, jalur tersebut hanya dapat dilalui oleh kendaraan roda dua. (HEV/YUN)

Iklan