Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dinsperpusip) Kota Blitar menghadirkan inovasi Kafe Literasi sebagai upaya mendorong minat baca, khususnya di kalangan generasi muda. Dalam pengelolaannya, dinas menggandeng Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Blitar sebagai mitra.

Kepala Dinsperpusip Kota Blitar, Yudha Budiono, menyampaikan bahwa gagasan Kafe Literasi muncul dari kebutuhan menciptakan suasana perpustakaan yang lebih nyaman, ramah, dan sesuai dengan karakter anak muda. Selama ini, generasi muda identik dengan budaya nongkrong serta diskusi santai di ruang-ruang informal.

“Berbagai inovasi terus kami lakukan untuk meningkatkan literasi masyarakat. Salah satunya dengan menghadirkan fasilitas Kafe Literasi di area perpustakaan,” kata Yudha.

Baca juga:  Ratusan Siswi di Kota Blitar Jalani Vaksinasi HPV, Upaya Tekan Risiko Kanker Rahim

Kafe Literasi dibangun di sisi samping gedung perpustakaan. Fasilitas ini dirancang sebagai ruang pendukung yang terintegrasi dengan aktivitas literasi, tanpa mengesampingkan peran utama perpustakaan sebagai pusat pengetahuan.

Menurut Yudha, pengelolaan kafe akan dipercayakan kepada pihak ketiga, yakni HIPMI Kota Blitar. Organisasi tersebut dinilai memiliki pengalaman dan kemampuan dalam mengelola usaha perkopian.

“Kami menggandeng HIPMI untuk mengelola kafe ini, termasuk penyediaan sarana dan fasilitas perkopian,” jelasnya.

Keunikan Kafe Literasi ini terletak pada konsep keterbukaannya. Tidak hanya pengunjung perpustakaan, masyarakat umum juga dipersilakan menikmati fasilitas kafe meski tidak sedang membaca atau meminjam buku.

Baca juga:  Sempat Gagal Berkali-Kali, Anak Juru Parkir di Kediri Kini Lolos Seleksi Polisi

“Kafe ini terbuka untuk semua kalangan. Tidak harus masuk perpustakaan atau membaca buku terlebih dahulu. Harapannya, pengunjung kafe nantinya tertarik untuk mengenal dan berinteraksi dengan dunia literasi,” ungkap Yudha.

Kehadiran Kafe Literasi menjadi bagian dari penerapan paradigma baru perpustakaan, yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat membaca, tetapi juga sebagai pusat pembelajaran, informasi, penelitian, dan literasi masyarakat.

Dengan konsep tersebut, perpustakaan diharapkan tidak lagi dipersepsikan sebagai ruang yang kaku dan sepi, melainkan sebagai ruang publik yang hidup, terbuka, dan inklusif.

Baca juga:  Remaja di Blitar Diamankan Setelah Hajar 2 Pesilat yang Berbuat Onar

Sesuai rencana, Kafe Literasi ini ditargetkan mulai beroperasi pada tahun ini. Diharapkan, keberadaannya mampu mendekatkan masyarakat, terutama generasi muda, dengan budaya membaca.

Selain menghadirkan Kafe Literasi, Dinsperpusip Kota Blitar juga terus meningkatkan minat baca dengan menambah koleksi buku-buku terbaru yang disesuaikan dengan tren dan kebutuhan anak muda.

“Melalui Kafe Literasi dan penambahan koleksi buku, kami berharap minat baca masyarakat Kota Blitar dapat terus tumbuh,” tutup Yudha. (HEV/YUN)

Iklan