Sebuah insiden nyaris memicu kebakaran besar di lingkungan Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Blitar setelah atap salah satu bangunan sekolah tersebut tertimpa balon udara. Peristiwa itu terjadi ketika sebuah balon udara yang terbang tanpa kendali perlahan turun dan jatuh tepat di atas atap gedung madrasah pada Selasa (13/1/2026) malam.

Kejadian ini pertama kali diketahui oleh Faurit (35), penjaga sekolah yang saat itu sedang menjalankan tugas rutin. Ia melihat balon udara mendarat di atap bangunan, lalu dalam waktu singkat material balon yang mudah terbakar memicu munculnya api di bagian atap.

Baca juga:  Waktu Tersisa 1,5 Bulan, Dinas PUPR Kabupaten Blitar Kejar Target 90 Persen Proyek Tuntas

Menyadari potensi bahaya yang dapat meluas, Faurit tidak tinggal diam. Ia segera meminta bantuan warga sekitar untuk melakukan pemadaman awal dengan peralatan seadanya sambil menghubungi layanan darurat pemadam kebakaran Kabupaten Blitar.

Petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar kemudian tiba di lokasi tidak lama setelah laporan diterima. Tim langsung melakukan penanganan lanjutan dengan naik ke atap untuk memadamkan sisa api sekaligus memastikan tidak ada titik api tersembunyi yang berpotensi menimbulkan kebakaran susulan.

Teddy Prasojo selaku Kepala Seksi Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar menegaskan bahwa sumber api berasal dari balon udara yang jatuh ke atap sekolah. “Api dipicu oleh balon udara yang mendarat di atap. Sebelum petugas datang, saksi bersama warga sudah lebih dulu berupaya memadamkan api secara mandiri,” ujarnya pada Rabu (14/01/2026).

Proses pemadaman turut melibatkan berbagai unsur, mulai dari personel Polsek Srengat, Koramil Srengat, perangkat desa, hingga masyarakat setempat. Berkat kerja sama dan respons cepat tersebut, api berhasil dikendalikan sebelum menjalar ke ruang kelas maupun fasilitas sekolah lainnya.

Baca juga:  UMK 2026 Kota Blitar Mulai Berlaku, Posko Pengaduan Masih Sepi Laporan

“Api bisa segera dikendalikan berkat bantuan warga serta dukungan TNI dan Polri,” tambah Teddy.

Meski sempat menimbulkan kepanikan, pihak berwenang memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Kerugian yang ditimbulkan diperkirakan sekitar Rp1 juta, terbatas pada kerusakan ringan di bagian atap.

Kejadian ini kembali menjadi peringatan serius bagi masyarakat akan bahaya penerbangan balon udara liar yang kerap menimbulkan risiko kebakaran dan keselamatan. (IND/SAN)

Iklan