Pada tengah malam Minggu (19/2/2023), warga Desa Karangbendo, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar diguncang oleh ledakan yang sangat dahsyat. Meski hampir sepekan telah berlalu, warga di sekitar area ledakan masih merasakan trauma yang mendalam akibat peristiwa tersebut.

Akibat ledakan yang diakibatkan oleh bubuk petasan seberat 500 kg, hampir seluruh bangunan rumah di sekitar lokasi hancur berkeping-keping. Bahkan, empat orang tewas dalam kejadian tersebut dan sisa kerusakan masih terlihat berserakan di sekitar area ledakan.

Baca juga:  Harga Telur di Blitar Anjlok Akibat Spekulasi Peternak Tahan Stok

Polisi menyadari bahwa konten media sosial yang menampilkan gambar dan video dari bekas ledakan tersebut dapat memperburuk kondisi psikologis para korban dan warga sekitar. Oleh karena itu, Kapolres Blitar Kota, AKBP Argowiyono, meminta agar masyarakat tidak membuat atau menyebarkan konten semacam itu di media sosial.

Sejak kejadian, polisi telah menyelesaikan proses penyelidikan di lokasi ledakan dan kini fokus pada membersihkan puing-puing sisa ledakan yang masih terlihat di sekitar area tersebut. Untuk membersihkan area tersebut, polisi dan TNI bersama dengan warga sekitar bekerja sama dan melakukan tugasnya dengan sungguh-sungguh.

Baca juga:  Perang Teknologi AI: Microsoft Pamer Bing dengan ChatGPT, Google Justru Rilis Bard

Kegiatan pembersihan dilakukan dengan tujuan untuk menghindari terjadinya trauma berkepanjangan pada para korban dan warga sekitar. Dalam hal ini, AKBP Argowiyono dan Letkol Inf. Sapto Dwi Priyono turun langsung ke lokasi ledakan dan memastikan bahwa seluruh sisa bekas bencana harus dibersihkan dengan bersih, sehingga tidak ada lagi pemandangan buruk yang bisa diproduksi sebagai konten media sosial.

Kontributor: Dadang Kurniawan
Editor: Arin Al-Aziz

Iklan