Meningkatnya konflik bersenjata antara Iran dengan Amerika Serikat serta Israel mulai memberikan dampak langsung terhadap sektor perjalanan ibadah di Indonesia.

Di Kota Blitar, sebanyak 20 calon jemaah umrah memutuskan menunda keberangkatan mereka ke Tanah Suci akibat kondisi geopolitik di kawasan Timur Tengah yang semakin memanas.

Penundaan tersebut dilakukan setelah Kementerian Agama (Kemenag) Kota Blitar memberikan saran teknis yang mempertimbangkan aspek keselamatan penerbangan dan keamanan jemaah di tengah konflik yang terjadi di wilayah Teluk.

Kepala Seksi Haji dan Umrah Kemenag Kota Blitar, Purnomo, menjelaskan bahwa salah satu biro perjalanan umrah sebelumnya telah berkonsultasi secara intensif terkait jadwal keberangkatan rombongan yang direncanakan pada 10 Maret mendatang.

Baca juga:  100 Hektare Kawasan Kumuh di Blitar Jadi PR Besar, Warga Harap Segera Direvitalisasi

Menurutnya, biro tersebut meminta pertimbangan resmi sebelum memastikan jadwal keberangkatan.

Setelah melalui pembahasan, Kemenag Kota Blitar merekomendasikan agar perjalanan tersebut ditunda sementara waktu. Rombongan yang terdampak tercatat berjumlah sekitar 20 orang calon jemaah.

Purnomo menyampaikan hal itu saat ditemui di ruang kerjanya pada Selasa (3/3/2026). Ia menekankan bahwa keputusan ini diambil demi mengutamakan keselamatan jemaah, mengingat rute penerbangan sipil menuju Arab Saudi sangat bergantung pada stabilitas wilayah udara di kawasan Timur Tengah.

Menurutnya, dalam situasi yang belum sepenuhnya kondusif, potensi gangguan terhadap penerbangan internasional tidak bisa diabaikan. Karena itu, Kemenag memilih langkah preventif agar warga Blitar tidak menghadapi risiko yang tidak diinginkan selama perjalanan ibadah.

Lebih lanjut, Purnomo menegaskan bahwa kebijakan penundaan ini bersifat situasional dan bukan pembatalan permanen.

Pihaknya terus mengikuti perkembangan informasi global serta melakukan koordinasi lintas sektor untuk menentukan waktu yang tepat dan aman bagi keberangkatan selanjutnya.

Ia memastikan, apabila kondisi di Timur Tengah telah mereda dan dinilai aman untuk perjalanan udara, maka proses keberangkatan dapat kembali dijadwalkan tanpa kendala. Prinsip kehati-hatian, menurutnya, menjadi prioritas utama dalam menyikapi situasi ini.

Sementara itu, bagi warga Kota Blitar yang saat ini sudah berada di Arab Saudi untuk menunaikan ibadah umrah, Kemenag memastikan mereka tetap berada dalam pengawasan otoritas setempat.

Baca juga:  Harga Bahan Pokok di Kota Blitar Kembali Stabil Usai Sempat Naik Jelang Ramadan

Pemerintah melalui perwakilan resmi di luar negeri terus menjalin komunikasi aktif dengan otoritas terkait, termasuk Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi.

Purnomo juga mengimbau para jemaah yang sudah berada di Tanah Suci agar tetap tenang serta senantiasa berkoordinasi dengan pihak berwenang di Arab Saudi.

Hingga kini, komunikasi dan koordinasi disebut masih berjalan lancar guna memastikan para jemaah dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk meski situasi global sedang mengalami ketegangan.

Dengan pemantauan yang terus dilakukan, Kemenag Kota Blitar berharap kondisi segera membaik sehingga rencana keberangkatan umrah yang tertunda dapat kembali dilaksanakan dengan aman dan lancar. (HEV/YUN)

Iklan