Sembilan Kecamatan di Blitar Terpapar PMK, Disnakkan Ungkap Kondisi Terkini
Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Blitar mencatat sebanyak 77 ekor hewan ternak terinfeksi penyakit mulut dan kuku (PMK) hingga Jumat (31/10). Kasus tersebut tersebar di sembilan kecamatan, dengan sebagian besar hewan kini telah dinyatakan sembuh.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan Kesmavet) Disnakkan Kabupaten Blitar, drh. Nanang Miftahudin, menjelaskan bahwa kasus PMK memang masih ditemukan di beberapa wilayah, namun secara umum kondisinya sudah terkendali.
“Sebaran kasus PMK tercatat di sembilan kecamatan, dan sebagian besar hewan sudah dalam kondisi sembuh,” ujarnya.
Berdasarkan data Disnakkan, Kecamatan Kademangan menjadi wilayah dengan kasus tertinggi yakni 21 ekor, seluruhnya telah sembuh. Disusul Kecamatan Srengat dengan 16 kasus, di mana 15 ekor masih sakit dan 1 ekor sudah pulih.
Sementara itu, Kecamatan Kanigoro melaporkan 13 kasus dengan semua hewan telah sembuh, dan Sutojayan mencatat 12 kasus yang juga sudah tuntas.
Selanjutnya, Kecamatan Udanawu mencatat lima kasus dengan seluruh ternak telah pulih, Wates memiliki empat kasus yang juga sembuh, dan Kecamatan Doko melaporkan lima ekor masih sakit.
Dua wilayah lainnya, yaitu Panggungrejo dan Ponggok, masing-masing mencatat satu ekor ternak terinfeksi.
“Dengan demikian, dari total 77 kasus PMK di Kabupaten Blitar, sebanyak 57 ekor telah sembuh, sedangkan 20 ekor lainnya masih dalam tahap pemulihan,” pungkas drh. Nanang.
Ia menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada laporan kematian maupun pemotongan paksa akibat PMK. Semua hewan yang terinfeksi terus berada dalam pengawasan petugas pusat kesehatan hewan di lapangan.
Pihaknya juga terus melakukan pemantauan dan edukasi kepada para peternak agar tetap waspada terhadap potensi penyebaran penyakit.
“Kami mengimbau masyarakat untuk segera melapor ke puskeswan terdekat jika menemukan gejala PMK agar bisa segera ditangani,” tambahnya.
Dengan meningkatnya angka kesembuhan dan menurunnya kasus aktif, Disnakkan Kabupaten Blitar menilai bahwa situasi wabah PMK kini jauh lebih terkendali.
“Semoga kasus PMK di Kabupaten Blitar bisa segera diselesaikan sepenuhnya,” tutup drh. Nanang. (HEV/YUN)



