Proyek Dua Sekolah di Kota Blitar Selesai 100 Persen, Administrasi Mulai Diverifikasi

Potret Siswa SMPN 6 Blitar Sepulang Sekolah (Sumber gambar: blitarkawentar.jawapos.com)

Pembangunan dua fasilitas pendidikan di Bumi Bung Karno, yaitu SDN Bendo 1 dan SMPN 6 Blitar, telah dinyatakan selesai. Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Blitar kini tengah menyiapkan evaluasi atas hasil pekerjaan sekaligus melakukan verifikasi administrasi.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Blitar, Dindin Alinurdin, menjelaskan bahwa seluruh pekerjaan konstruksi kedua proyek sekolah tersebut telah rampung. Saat ini, tahapan yang berlangsung adalah verifikasi administrasi, yang menjadi bagian penting sebelum proyek dinyatakan final.

“Setiap dokumen harus diperiksa kembali untuk memastikan kesesuaiannya dengan kontrak yang telah disepakati sejak awal,” ujarnya, Sabtu (15/11/2025).

Baca juga:  Inspektorat Blitar Lakukan Audit Laporan Keuangan 220 Desa, Pengadaan Barang dan Jasa Jadi Sorotan

Dindin menekankan bahwa proses verifikasi yang dilakukan bukan merupakan pemeriksaan tambahan, melainkan prosedur rutin yang wajib dilakukan setelah proyek mencapai penyelesaian seratus persen. Ia menambahkan bahwa verifikasi administrasi merupakan langkah penting untuk mengecek kecocokan antara pelaksanaan proyek di lapangan dan dokumen perencanaan.

“Verifikasi ini kami lakukan untuk memastikan hasil pekerjaan benar-benar sesuai,” jelasnya.

Pemeriksaan tersebut mencakup berkas administrasi, laporan pekerjaan, serta kesesuaian antara perencanaan dan kondisi di lapangan. Berdasarkan pengecekan sementara, seluruh pekerjaan telah selesai seratus persen dan laporan kemajuan pembangunan juga telah diterima.

Baca juga:  Peringatan Haornas di Kota Blitar, Momentum Perkuat Semangat Olahraga Pelajar

“Pemeriksaan sudah seratus persen dan hasilnya sesuai dengan spesifikasi,” tegas Dindin.

Berkaitan dengan anggaran, Dispendik Kota Blitar mencatat bahwa pembangunan SDN Bendo 1 memiliki nilai kontrak sebesar Rp150 juta. Sementara itu, pembangunan SMPN 6 Blitar menelan anggaran jauh lebih besar, yakni Rp1,8 miliar.

Kini, kedua gedung sekolah tersebut sudah siap digunakan untuk kegiatan belajar mengajar (KBM).

Sebagai informasi, pembangunan SMPN 6 Blitar berlangsung dalam tiga tahap, dan tahun ini merupakan tahap III sekaligus tahap penyelesaian. Pada tahap ini, beberapa pekerjaan dilakukan untuk menyempurnakan fisik gedung serta memperbaiki sejumlah fasilitas yang sebelumnya mengalami kerusakan. (HEV/YUN)

Iklan