Pemkot Blitar Imbau ASN untuk “Ngonthel” Saat Berangkat Kerja, Demi Efisiensi Anggaran
Walikota Blitar, Syauqul Muhibbin, mulai menindaklanjuti arahan dari pemerintah pusat terkait efisiensi anggaran. Salah satu langkah yang diambil adalah mengimbau aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Blitar untuk menggunakan sepeda saat berangkat kerja.
Upaya ini dilakukan sebagai bentuk penghematan, khususnya dalam penggunaan bahan bakar minyak (BBM). Mas Ibin, sapaan akrab Wali Kota Blitar, menyebut bahwa sebagian besar ASN tinggal di wilayah Kota Blitar, sehingga jarak tempuh ke kantor relatif dekat.
Dengan kondisi tersebut, ia menilai penggunaan sepeda bukan hal yang sulit untuk diterapkan. Selain mengurangi pengeluaran, kebiasaan ini juga dinilai bermanfaat bagi kesehatan.
“Oh iya, kami sarankan untuk hemat. Contoh kecilnya daripada menghabiskan uang untuk beli BBM, ketika berangkat kerja kami sarankan untuk naik sepeda. Sekaligus olahraga,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).
Meski demikian, ia menegaskan bahwa kebijakan ini tidak berlaku untuk perjalanan dinas ke luar kota. ASN tetap diperbolehkan menggunakan kendaraan bermotor, termasuk mobil, jika memang diperlukan untuk tugas tersebut.
Namun, bagi ASN yang memiliki jarak rumah dekat dengan kantor, penggunaan sepeda sangat dianjurkan. Bahkan, jika jaraknya sangat dekat, berjalan kaki juga menjadi pilihan yang disarankan karena lebih sehat dan ramah lingkungan.
Ke depan, Pemkot Blitar berencana menerbitkan surat edaran resmi terkait imbauan tersebut. Langkah ini juga sebagai bentuk antisipasi jika terjadi dampak lanjutan dari konflik di Timur Tengah.
Mas Ibin optimistis para ASN akan mematuhi imbauan tersebut. Selain itu, Pemkot Blitar juga tengah mempertimbangkan penerapan work from anywhere (WFA) setiap hari Rabu sebagai bagian dari upaya efisiensi.
Menurutnya, ASN dinilai mampu beradaptasi dengan sistem kerja fleksibel. Pengalaman saat pandemi Covid-19 menjadi bukti bahwa pola kerja dari rumah maupun lokasi lain dapat berjalan dengan baik, terutama ketika aktivitas masyarakat saat itu dibatasi untuk menghindari kerumunan. (HEV/YUN)



