Kuota Belum Terpenuhi, Pemkot Blitar Percepat Pendataan Penerima Becak Listrik untuk Lansia

Wakil Walikota Blitar, Elim Tyu Samba saat berdialog dengan tukang becak (Sumber gambar: blitarkawentar.jawapos.com)

Penyaluran bantuan becak listrik bagi tukang becak lanjut usia (lansia) di Bumi Bung Karno masih belum dapat direalisasikan. Hal ini disebabkan kuota penerima yang ditetapkan belum seluruhnya terpenuhi.

Saat ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar tengah menggencarkan proses penyisiran terhadap para pengayuh becak tradisional, khususnya yang telah memasuki usia lanjut.

Adapun total bantuan becak listrik yang diberikan oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk Kota Blitar mencapai 200 unit.

Wakil Wali Kota Blitar, Elim Tyu Samba, menyampaikan bahwa bantuan transportasi ramah lingkungan tersebut merupakan bentuk perhatian Presiden terhadap kesejahteraan para pekerja sektor informal di Kota Patria.

Meski demikian, agar penyalurannya tepat sasaran, pemkot membutuhkan data yang lebih akurat dan komprehensif guna memastikan seluruh calon penerima yang berhak telah terdata.

Baca juga:  Pastikan Hak Pekerja Terpenuhi, Dinkop UMK TK Kota Blitar Buka Posko THR

“Kami bersyukur Kota Blitar mendapat perhatian langsung dari Bapak Presiden Prabowo Subianto melalui bantuan becak listrik ini. Namun setelah pendataan awal dilakukan, masih terdapat sisa kuota. Kami ingin memastikan tidak ada tukang becak lansia yang terlewat,” ujarnya dalam keterangan resmi terkait perkembangan bantuan becak listrik, kemarin.

Elim menjelaskan, salah satu syarat utama penerima bantuan adalah tukang becak yang telah berusia 55 tahun ke atas. Faktor usia menjadi pertimbangan penting mengingat kondisi fisik yang tidak lagi sekuat saat masih muda.

Kehadiran mesin listrik pada becak tersebut diharapkan mampu meringankan beban kerja para lansia dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Prioritas kami adalah bapak-bapak tukang becak yang sudah berusia lanjut, di atas 55 tahun. Mengayuh becak secara manual tentu cukup berat bagi mereka. Dengan adanya becak listrik ini, kami berharap produktivitas tetap terjaga tanpa harus menguras tenaga secara berlebihan,” tambahnya.

Untuk mengisi sisa kuota yang ada, Wakil Wali Kota yang akrab disapa Mbak Elim tersebut mengajak masyarakat turut berperan aktif. Ia mengimbau warga Bumi Bung Karno agar segera melaporkan apabila mengetahui tukang becak lansia di lingkungan sekitar yang belum masuk dalam daftar penerima bantuan.

Baca juga:  Perceraian ASN di Kota Blitar Naik, BKPSDM Ingatkan Sanksi bagi yang Tanpa Izin

Laporan dapat disampaikan melalui kanal komunikasi resmi Pemkot Blitar, baik lewat media sosial maupun nomor WhatsApp pengaduan yang telah disediakan.

“Jika ada tukang becak lansia yang belum terdata, mohon segera informasikan kepada kami. Bisa melalui pesan langsung di media sosial saya atau menghubungi nomor ajudan. Kami ingin proses ini berjalan transparan dan benar-benar menyentuh mereka yang berhak menerima,” tegasnya.

Dengan dukungan tambahan data dari masyarakat, pemkot berharap proses distribusi becak listrik dapat segera dirampungkan.

Program ini tidak hanya diharapkan memperindah dan menata wajah transportasi di Kota Blitar, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat kecil. (HEV/YUN)

Iklan