Sebuah jembatan yang berada di Desa Bangle, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar dilaporkan mengalami ambrol sehingga tidak dapat lagi dilalui kendaraan. Kejadian ini berdampak langsung pada akses jalan yang selama ini digunakan masyarakat sebagai jalur alternatif penghubung Malang–Blitar. Akibat kerusakan tersebut, arus lalu lintas terpaksa dialihkan demi keselamatan pengguna jalan.

Agus Zaenal selaku Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Blitar menjelaskan bahwa pihaknya sebenarnya telah mengetahui adanya kerusakan awal pada jembatan tersebut.

Laporan dari masyarakat sudah diterima dan bahkan telah dimasukkan ke dalam agenda perencanaan perbaikan. Namun, sebelum proses penanganan dilakukan, kondisi jembatan justru memburuk hingga akhirnya roboh.

Baca juga:  Damkar Blitar Catat Puluhan Evakuasi Ular Selama 2025, Mayoritas di Lingkungan Rumah

“Kami sudah mendapatkan laporan awal dan jembatan ini sebenarnya sudah masuk dalam rencana perbaikan. Sayangnya, sebelum ditangani kondisinya sudah terlanjur ambrol,” ujar Agus Zaenal pada Kamis (22/1/2026).

Ia menegaskan bahwa penanganan akan dipercepat mengingat posisi jalan tersebut cukup vital bagi mobilitas warga. Menurutnya, jalur lingkar Kanigoro termasuk ruas yang padat dilalui setiap hari sehingga tidak bisa dibiarkan terlalu lama terputus.

“Karena jalur ini termasuk jalur utama alternatif, penanganannya akan menggunakan anggaran Unit Reaksi Cepat. Kami juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada,” tuturnya.

Baca juga:  Bupati Blitar Serukan Aksi Serius Tangani Kasus Kekerasan Anak dan Bullying

Sementara itu, Hamdan Zulkifli Kurniawan selaku Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Blitar menyampaikan bahwa perbaikan jembatan akan menggunakan anggaran darurat tahun 2026. Ia menilai penggunaan anggaran URC menjadi pilihan karena kondisi jembatan sudah mengalami kerusakan total.

“Faktanya hari ini jembatan sudah ambrol sepenuhnya, sehingga penanganannya harus memakai anggaran darurat URC,” jelas Hamdan.

Ia menduga kerusakan terjadi akibat terkikisnya bagian abutment atau struktur penopang jembatan oleh aliran air. Selain itu, usia bangunan jembatan yang sudah cukup lama turut memengaruhi kekuatan konstruksi, meskipun bagian pelebaran jembatan masih relatif kokoh.

Baca juga:  Layanan Makin Optimal, Kunjungan RSUD Mardi Waluyo Naik Lebih dari 50 Persen

Hamdan menambahkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menutup sementara ruas jalan tersebut hingga proses perbaikan rampung. “Untuk sementara jalan akan ditutup total dan arus lalu lintas dialihkan. Perbaikan akan dipercepat karena jalur ini cukup ramai,” pungkasnya. (IND/SAN)

Iklan