Mengikuti lomba marathon menjadi impian banyak orang, termasuk Anda yang baru mulai menekuni dunia lari jarak jauh. Namun, marathon bukan sekadar berlari sejauh 42,195 kilometer.
Dibutuhkan persiapan fisik, mental, dan strategi yang matang agar pengalaman pertama berlari marathon berjalan aman dan menyenangkan.
Berikut ini adalah berbagai hal yang perlu diperhatikan pelari marathon pemula sebelum turun ke lintasan. Yuk, simak ulasannya sampai akhir!
Memahami Kondisi Fisik Sebelum Latihan
Hal paling mendasar yang wajib diperhatikan adalah kondisi fisik Anda. Marathon menuntut daya tahan jantung, paru-paru, dan otot yang optimal. Jika Anda belum terbiasa berolahraga rutin, sebaiknya lakukan pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu, terutama bagi yang memiliki riwayat penyakit tertentu.
Selain itu, penting untuk mengenali batas kemampuan tubuh. Jangan memaksakan diri mengikuti target orang lain. Setiap pelari memiliki kapasitas berbeda, sehingga progres latihan harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing.
Menyusun Program Latihan yang Bertahap
Kesalahan umum pelari marathon pemula adalah berlatih terlalu keras dalam waktu singkat. Padahal, tubuh membutuhkan adaptasi secara bertahap. Program latihan ideal biasanya berlangsung 12–20 minggu sebelum hari lomba.
Dalam latihan, fokuskan pada peningkatan jarak secara perlahan, bukan kecepatan. Sertakan juga variasi latihan seperti:
- Long run untuk melatih daya tahan
- Easy run untuk pemulihan
- Latihan kekuatan ringan untuk otot kaki dan inti tubuh
Dengan pola latihan yang terstruktur, risiko cedera dapat diminimalkan.
Memilih Perlengkapan Lari yang Tepat
Perlengkapan lari memiliki peran penting dalam kenyamanan dan performa. Sepatu lari harus menjadi prioritas utama. Pilih sepatu yang sesuai dengan bentuk kaki dan gaya berlari Anda, bukan sekadar mengikuti tren.
Selain sepatu, perhatikan juga pakaian lari. Gunakan bahan yang menyerap keringat dan tidak menyebabkan iritasi. Untuk marathon, pelari pemula sebaiknya sudah mencoba seluruh perlengkapan saat latihan, bukan pertama kali digunakan saat lomba.
Mengatur Pola Makan dan Hidrasi
Asupan nutrisi sangat memengaruhi performa lari jarak jauh. Pelari marathon pemula perlu memperhatikan keseimbangan karbohidrat, protein, dan lemak sehat. Karbohidrat berperan sebagai sumber energi utama, terutama saat long run.
Hidrasi juga tidak kalah penting. Biasakan minum air secara teratur sebelum, selama, dan setelah latihan. Saat mendekati hari lomba, Anda juga perlu mempelajari strategi minum dan konsumsi energi agar tubuh tidak mengalami dehidrasi atau kelelahan ekstrem.
Memahami Pentingnya Istirahat dan Pemulihan
Latihan keras tanpa istirahat yang cukup justru bisa berdampak buruk. Tubuh membutuhkan waktu untuk memulihkan otot dan memperkuat adaptasi hasil latihan. Pastikan Anda mendapatkan tidur berkualitas dan menyelipkan hari istirahat dalam jadwal latihan.
Jika muncul nyeri yang tidak biasa atau berlangsung lama, jangan ragu untuk mengurangi intensitas latihan atau berkonsultasi dengan tenaga medis.
Menyiapkan Mental dan Strategi Saat Hari Lomba
Marathon bukan hanya ujian fisik, tetapi juga mental. Pelari pemula sering merasa gugup atau terlalu bersemangat di awal lomba. Penting untuk mengatur pace sejak awal dan tidak terbawa suasana.
Nikmati setiap kilometer dan fokus pada strategi yang sudah dilatih sebelumnya. Dengan persiapan yang matang, pengalaman marathon pertama Anda akan menjadi momen berharga sekaligus motivasi untuk terus berkembang sebagai pelari.
Temukan Info lebih banyak tentang marathon atau olahraga lainnya di situs temukaninfo.id. Semoga bermanfaat!




