Pada hari Rabu (8/5/2024) kemarin, Pemerintah Kota Blitar secara resmi mengalihkan lokasi Pasar Tumpah Templek. Pedagang dilarang menjual barang dagangan di sekitar Jalan Anggrek atau di sebelah barat Pasar Templek.

Pasar Tumpah sekarang telah dipindahkan ke Jalan Kaca Piring, tepatnya di sisi timur Pasar Templek Kota Blitar. Ratusan pedagang yang sebelumnya berjualan di Jalan Anggrek diminta untuk membuka lapak dagangan mereka di lokasi baru tersebut.

Joko Purnomo selaku Kabid Pengembangan Perdagangan dan Pasar, Dinas Perdagangan dan Industri Kota Blitar menyatakan bahwa sekitar 260 pedagang pasar tumpah telah dipindahkan. Lokasi yang dipilih adalah area yang sebelumnya digunakan sebagai pasar lama, yang sekarang ditandai dengan tali rafia berukuran 1,5×1,5 meter.

Baca juga:  Maling Kotak Amal di Blitar Keciduk CCTV, Jadi Buronan Polisi

“Melihat pertumbuhan pasar tumpah ini, jumlah pedagangnya juga semakin bertambah. Bahkan, dari utara hingga ke simpang tiga Jalan Mastrip barat, dan sampai di bagian selatan Pasar Templek Kota Blitar,” kata Joko Purnomo.

Pasar tumpah ini paling ramai pada dini hari antara pukul 03.00 WIB hingga pukul 07.00 WIB. Berbagai kebutuhan pokok mulai dari sayuran, ikan, hingga sari laut tersedia di sana.

Sebelumnya, pembeli dapat membeli langsung dari pinggir jalan tanpa harus turun dari kendaraan. Namun sekarang, pembeli harus turun dan masuk ke kerumunan penjual.

Baca juga:  Konflik Pengelolaan Sumber Air, Kejaksaan Negeri Blitar Nyatakan Siap Bela PDAM

“Relokasi Pasar Tumpah ini bertujuan untuk menjaga kelancaran lalu lintas dan menghindari kemacetan. Proses relokasi hari ini (8/5/2024) berjalan lancar,” tambah Joko.

Proses pemindahan pedagang Pasar Tumpah tidak dilakukan secara mendadak. Komunikasi dengan paguyuban pedagang Pasar Tumpah telah dilakukan berkali-kali dan memakan waktu yang cukup lama.

“Kami telah berkomunikasi mengenai pemindahan ini sejak lama, jadi ini bukan keputusan yang mendadak,” pungkasnya.

Editor: Luthfia Azarin

Iklan