Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar melalui dinas terkait bergerak cepat melakukan verifikasi sambungan listrik baru pada tahun ini. Langkah tersebut dilakukan guna mencegah terjadinya tumpang tindih anggaran dengan program bantuan sambungan listrik dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur.

Tim dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Blitar langsung turun ke lapangan untuk mengecek serta memvalidasi data sambungan listrik baru, khususnya bagi rumah-rumah yang tercatat sebagai penerima bantuan pemasangan jaringan listrik.

Kepala Disperkim Kota Blitar, Suyatno, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengalokasikan enam sambungan listrik yang bersumber dari anggaran daerah. Di sisi lain, pada tahun yang sama Kota Blitar juga memperoleh bantuan sekitar 90 sambungan listrik dari pemerintah provinsi.

“Saat ini masih dalam tahap verifikasi untuk menghindari anggaran ganda. Jika enam sambungan tersebut ternyata sudah masuk dalam daftar bantuan provinsi, maka akan kami tunda atau segera kami alihkan kepada penerima lain,” ujarnya kepada wartawan pada Selasa (10/2).

Ia menjelaskan, apabila enam sambungan listrik itu tidak tercantum dalam daftar bantuan dari Pemprov Jatim, maka program bantuan dari Pemkot Blitar tetap akan dilaksanakan sesuai rencana yang telah ditetapkan sebelumnya.

“Apabila dari enam calon penerima yang terdata tidak mendapatkan bantuan dari provinsi, maka Disperkim tetap akan melakukan pemasangan meteran listrik baru sesuai rencana awal,” tegasnya.

Baca juga:  Ramadan Berkah, Omzet Pasar Takjil di Blitar Capai Puluhan Juta per Hari

Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, lanjut Suyatno, pihaknya harus cermat dan teliti dalam mengelola serta memanfaatkan anggaran yang tersedia.

Verifikasi ini menjadi langkah penting agar tidak terjadi tumpang tindih alokasi dana, sehingga penggunaan anggaran dapat berjalan efektif dan tepat sasaran. (HEV/YUN)

Iklan