Dikejar Tenggat dan Hujan Deras, Proyek Jalan Slorok–Karangrejo Tetap Dikebut
Pekerja proyek dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Blitar harus bekerja lembur demi menuntaskan pembangunan jalan penghubung Desa Slorok dan Desa Karangrejo, Kecamatan Garum.
Pengerjaan jalan tersebut ditargetkan rampung pada Kamis (6/11), sehingga para pekerja berupaya keras agar proyek sepanjang 264 meter itu selesai tepat waktu meskipun cuaca ekstrem tengah melanda.
Untuk melindungi hasil pengecoran dari hujan, permukaan jalan yang sudah selesai langsung dilapisi plastik hitam. Langkah pelapisan plastik ini menjadi solusi agar curah hujan tinggi tidak mengganggu kualitas beton.
Para pekerja juga terus digenjot semangatnya karena selain diburu tenggat waktu, mereka juga mendapat perhatian langsung dari Wakil Bupati Blitar, Beky Herdihansah, yang melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi proyek.
“Kami turun langsung ke lapangan untuk memastikan pembangunan jalan Slorok–Karangrejo berjalan sesuai rencana. Mengingat hujan beberapa hari ini cukup sering turun, kami ingin memastikan pekerjaan tetap sesuai standar,” ujar Beky saat ditemui di lokasi.
Dalam sidak tersebut, Beky juga terlihat mengukur ketebalan beton menggunakan penggaris. Hasil pengukuran menunjukkan ketebalan sekitar 10 sentimeter (cm). Ia menegaskan bahwa proyek tersebut telah memenuhi standar nasional Indonesia (SNI) dan menggunakan bahan beton berkualitas, sehingga diyakini akan lebih tahan lama, termasuk saat dilalui kendaraan berat seperti truk.
Saat peninjauan berlangsung, para pekerja tampak sibuk melakukan pengecoran dengan truk molen. Hingga saat itu, progres pembangunan sudah mencapai sekitar 95 persen, menyisakan sekitar 60 meter pekerjaan terakhir. Demi memastikan jalan bisa segera digunakan warga, para pekerja pun memilih lembur.
“Kami menargetkan jalan Slorok–Karangrejo rampung hari ini (kemarin, Red), agar segera bisa dimanfaatkan masyarakat. Kami sempat khawatir dengan kondisi cuaca, jadi turun langsung untuk memastikan penanganannya tepat,” tutur Beky.
Beky menjelaskan, proyek ini menelan anggaran sebesar Rp 868 juta dan telah dikerjakan sejak awal Oktober. Ia juga mengimbau masyarakat Blitar untuk ikut mengawasi pembangunan di wilayahnya agar hasilnya maksimal. Pemerintah Kabupaten Blitar, lanjutnya, kini memang tengah fokus meningkatkan kualitas infrastruktur.
Jalan penghubung Slorok–Karangrejo disebut menjadi jalur vital bagi warga sekitar karena sudah lama tidak tersentuh perbaikan. Tahun lalu, bagian selatan jalan Slorok telah diperbaiki, sementara tahun ini giliran sisi utara yang dikerjakan. Jalur ini juga sering dilalui truk pengangkut pasir, sehingga keberadaannya sangat penting bagi aktivitas ekonomi masyarakat.
“Mohon doa agar seluruh perbaikan jalan bisa segera tuntas. Ini merupakan kebutuhan mendesak masyarakat, dan kami berkomitmen untuk terus memprioritaskan pembangunan infrastruktur,” pungkas Beky. (HEV/YUN)



