Patung Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno atau Bung Karno yang sebelumnya berdiri megah di halaman Istana Gebang, kini resmi menempati lokasi baru di kawasan sirkuit balap motor yang berada di Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Jawa Timur. Patung berbahan perunggu tersebut untuk sementara ditempatkan di area belakang pintu masuk kompleks sirkuit milik Pemerintah Kota Blitar.

Patung setinggi kurang lebih lima meter itu merupakan karya seniman senior Indonesia, Dukut Hendronoto. Sosok Bung Karno digambarkan berdiri tegap dengan tangan kiri menggenggam benda yang menyerupai keris atau pedang, mencerminkan kewibawaan dan semangat kepemimpinan sang Proklamator. Saat ini, patung tersebut masih berada dalam posisi sementara dan dikelilingi rangka besi penyangga agar tetap aman dan kokoh.

Mantan penjaga sirkuit yang akrab disapa Pak Ambon atau Semi mengungkapkan bahwa patung Bung Karno telah berada di area sirkuit selama kurang lebih satu pekan. Ia menyebutkan bahwa penempatan patung tersebut masih bersifat sementara sambil menunggu keputusan lebih lanjut dari pemerintah daerah.

Baca juga:  Perceraian ASN di Kota Blitar Naik, BKPSDM Ingatkan Sanksi bagi yang Tanpa Izin

“Kurang lebih sudah seminggu patung itu ada di sini. Sekarang masih didirikan sementara di belakang gerbang,” tutur Pak Ambon pada Jumat (16/1/2026).

Menurutnya, hingga kini belum ada kepastian mengenai titik pasti di mana patung Bung Karno akan dipasang secara permanen. Penentuan lokasi final patung itu nantinya akan disesuaikan dengan rencana rehabilitasi sirkuit. “Kemungkinan nanti bersamaan dengan perbaikan sirkuit, baru diputuskan patungnya akan ditempatkan di mana,” imbuhnya.

Sirkuit yang sebelumnya dikenal dengan nama Sirkuit Sentul tersebut dibangun lebih dari satu dekade lalu, tepatnya pada masa kepemimpinan Wali Kota Blitar M Samanhudi Anwar.

Namun sayangnya, hingga kini arena balap tersebut belum pernah digunakan untuk ajang balap motor atau motor cross berskala resmi. Hal itu disebabkan oleh keterbatasan ukuran lintasan serta minimnya fasilitas pendukung yang memenuhi standar kejuaraan.

“Katanya lintasannya terlalu sempit, ditambah area parkir juga tidak mencukupi kalau dipakai event besar,” ujar Pak Ambon. Akibat kondisi tersebut, sirkuit ini sempat lama terbengkalai dan kurang dimanfaatkan secara optimal. Baru beberapa bulan terakhir, kawasan sirkuit mulai ramai dikunjungi warga, terutama untuk aktivitas olahraga ringan seperti jogging pada akhir pekan dan hari libur.

Baca juga:  Belum Ada Bus Sekolah Khusus Disabilitas di Blitar, Ini Penjelasan Dishub

Heru Eko Pramono selaku Plt Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Blitar membenarkan bahwa patung Bung Karno yang telah berdiri lebih dari dua dekade di halaman Istana Gebang kini akan menetap di kawasan sirkuit. Ia menegaskan bahwa pemindahan patung ini sekaligus menjadi penanda perubahan identitas sirkuit.

“Ke depan, nama Sirkuit Sentul akan diubah menjadi Sirkuit Bung Karno atau Sirkuit Bumi Bung Karno,” jelas Heru. Ia menambahkan bahwa Pemerintah Kota Blitar berkomitmen untuk melakukan rehabilitasi menyeluruh agar sirkuit tersebut layak digunakan untuk kejuaraan balap resmi.

Heru juga menyampaikan bahwa proyek rehabilitasi ini ditargetkan rampung pada Agustus 2026. “Revitalisasi sirkuit ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan pendapatan asli daerah melalui sektor retribusi dan kegiatan olahraga,” ungkapnya.

Baca juga:  Belum Inkrah, Dua ASN PUPR Blitar Terpidana Korupsi Masih Terima Gaji

Pemindahan patung Bung Karno sendiri berawal dari proses rehabilitasi Istana Gebang, rumah masa kecil Bung Karno yang terletak di Jalan Sultan Agung, Kota Blitar. Renovasi tersebut dilakukan sejak awal Desember 2025 melalui kerja sama antara Pemerintah Kota Blitar dan Dewan Pimpinan Daerah PDI Perjuangan Jawa Timur.

Sebagai bagian dari penataan ulang kawasan Istana Gebang, patung lama Bung Karno dibongkar dan akan digantikan dengan patung baru yang memiliki pose berbeda. Erma Susanti selaku Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur menyebutkan bahwa patung pengganti akan menampilkan Bung Karno dalam posisi sedang membaca buku.

“Patung yang baru nanti menggambarkan Bung Karno sedang membaca, untuk menegaskan beliau sebagai sosok pemikir dan intelektual bangsa,” ujar Erma. Penggantian patung ini diharapkan dapat memperkuat pesan historis dan edukatif bagi para pengunjung Istana Gebang. (IND/SAN)

Iklan