Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar menetapkan anggaran sebesar Rp6 miliar untuk program pengadaan kain seragam gratis bagi siswa SD dan SMP pada tahun ajaran 2026/2027.

Nilai ini meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Kendati demikian, orang tua siswa masih perlu menyiapkan biaya tambahan untuk proses penjahitan.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar, Agus Santosa, menjelaskan bahwa lonjakan anggaran tersebut bersumber dari APBD Kabupaten Blitar. Dana itu dialokasikan khusus untuk pengadaan dua stel kain seragam bagi peserta didik baru.

Baca juga:  Angka Kelahiran di Kabupaten Blitar Terus Menurun, Bonus Demografi Terancam

“Bantuan yang diberikan masih berupa kain, dan nantinya akan dibagikan kepada sekitar 11 ribu siswa,” ujar Agus Santosa pada Selasa (27/1/2026).

Jika dibandingkan dengan tahun 2025, peningkatan anggaran ini terbilang signifikan. Pada tahun lalu, Pemkab Blitar hanya mengalokasikan dana sekitar Rp3 miliar lebih untuk program seragam gratis.

Dengan anggaran Rp6 miliar pada tahun ini, Dinas Pendidikan menargetkan bantuan kain seragam dapat menjangkau kurang lebih 11 ribu siswa SD dan SMP di seluruh wilayah Kabupaten Blitar.

Namun demikian, di balik kenaikan anggaran tersebut terdapat catatan penting bagi para wali murid. Keterbatasan kemampuan anggaran daerah membuat pemerintah belum dapat menyediakan seragam dalam bentuk pakaian jadi. Bantuan masih diberikan dalam bentuk kain mentah.

Akibatnya, biaya penjahitan sepenuhnya menjadi tanggung jawab orang tua atau wali murid. Kondisi ini dinilai menjadi ironi tersendiri, mengingat anggaran yang digelontorkan pemerintah mengalami peningkatan cukup besar.

“Bentuk bantuannya tetap kain, seperti tahun-tahun sebelumnya,” jelas Agus.

Kebijakan ini diperkirakan akan menimbulkan beragam respons dari masyarakat. Di satu sisi, bantuan kain seragam dinilai mampu meringankan beban biaya masuk sekolah.

Baca juga:  Wabup Mundur, Bupati Blitar: Pemerintahan Masih Tetap Berjalan

Namun di sisi lain, tingginya biaya jahit di pasaran masih menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas.

Meski begitu, Dinas Pendidikan berharap kepastian adanya bantuan kain seragam sejak awal dapat membantu orang tua dalam menyiapkan kebutuhan sekolah anak-anak mereka menjelang tahun ajaran baru. (HEV/YUN)

Iklan