Sekolah dasar di Kota Blitar mulai mengintensifkan pemanfaatan smart TV berukuran besar yang merupakan bantuan dari pemerintah pusat pada masa Presiden Prabowo. Setelah sempat digunakan secara terbatas, kini perangkat tersebut dioptimalkan sebagai sarana pendukung kegiatan belajar mengajar (KBM) di kelas.

Dinas Pendidikan setempat memastikan bahwa fasilitas digital ini sudah aktif dimanfaatkan dan memberikan pengaruh nyata terhadap proses pembelajaran berbasis teknologi.

Dindin Alinurdin selaku Kepala Dinas Pendidikan Kota Blitar menyampaikan bahwa puluhan sekolah negeri telah menggunakan smart TV tersebut sebagai media pembelajaran. Sekolah-sekolah itu mencakup jenjang TK, SD, hingga SMP. Walaupun bantuan diterima sejak tahun sebelumnya, pemanfaatannya kini dinilai semakin efektif seiring meningkatnya kemampuan guru dalam mengoperasikan perangkat digital.

Baca juga:  Menyambut Ramadan, Muhammadiyah, NU, LDII se-Kanigoro Kompak Gelar Pawai Taaruf

Ia menjelaskan bahwa kurang lebih 70 sekolah negeri sudah memanfaatkan smart TV dalam kegiatan belajar. Menurutnya, pihak dinas terus mendorong agar sarana tersebut benar-benar digunakan secara optimal untuk menunjang proses pembelajaran di ruang kelas.

“Sekitar 70 sekolah negeri sudah mengoperasikan smart TV. Kami terus mendorong pemanfaatannya agar memberi dampak maksimal bagi pembelajaran,” ujarnya pada Senin (26/1).

Dindin juga menambahkan bahwa setiap sekolah hanya memperoleh satu unit smart TV. Oleh karena itu, penggunaannya dilakukan secara bergiliran antar kelas. Perangkat tersebut dimanfaatkan untuk menayangkan materi visual, video edukatif, serta berbagai aplikasi pembelajaran interaktif.

Baca juga:  Petugas Pajak MBLB Cabut Poster Protes Jalan Rusak, Warga Ponggok Blitar Ngamuk

Hal senada disampaikan oleh Hasim Mujadi, guru di SDN 1 Bendogerit Kota Blitar. Ia mengatakan bahwa sekolah telah membuat jadwal khusus agar semua kelas bisa menggunakan smart TV secara adil. Selain itu, para guru juga diberi kesempatan untuk mempelajari cara pengoperasian perangkat tersebut di luar jam pelajaran.

“Di sekolah kami, penggunaan smart TV diatur secara bergiliran. Guru juga meluangkan waktu khusus untuk belajar mengoperasikannya, sedangkan saat pembelajaran kami memanfaatkan aplikasi bawaan seperti Teman Belajar dan aplikasi pendukung lainnya,” ungkapnya. (IND/SAN)

Tinggalkan Komentar

Iklan