Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dinkop-UKM) Kabupaten Blitar mengalokasikan dana sebesar Rp 1,2 miliar untuk mendukung pembinaan dan pendampingan UMKM di wilayah tersebut pada tahun 2024.

Dari anggaran tersebut, Dinkop-UKM menetapkan target sebanyak 170 UMKM di Kabupaten Blitar untuk meningkatkan status usahanya.

“Saat ini, kami memproyeksikan bahwa sekitar 170 UMKM akan mencapai perkembangan yang signifikan. Kami telah menyiapkan alokasi anggaran sekitar Rp 1,2 miliar untuk memberikan bimbingan dan dukungan kepada UMKM,” ungkap Sri Wahyuni selaku Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Blitar pada Kamis (2/5/2024).

Sri menjelaskan bahwa kemajuan UMKM ini ditandai dengan peningkatan status usaha mereka. Para pelaku UMKM berusaha untuk meningkatkan mutu produknya, serta efisiensi operasional dan produktivitas.

Baca juga:  Rekrut 2.115 PPPK Tahun Ini, Pemkab Blitar Sebut Kuota Guru Terbanyak

Selain itu, pelaku UMKM juga fokus pada pengembangan strategi pemasaran dengan membangun merek yang kuat dan memperluas pangsa pasar.

“Pembinaan dan pendampingan UMKM yang mengalami peningkatan status ini tersebar di setiap kecamatan. Kami berharap bahwa para pelaku UMKM tidak hanya terpaku pada peningkatan tersebut, tetapi juga terus berbagi pengetahuan di luar batas kecamatan,” tambahnya.

Sri juga menyoroti pertumbuhan yang cukup signifikan dari UMKM di Kabupaten Blitar. Pada tahun 2022, Dinas Koperasi dan UKM mencatat adanya lebih dari 31.000 UMKM di wilayah tersebut.

Pada akhir tahun 2023, jumlah UMKM di Kabupaten Blitar meningkat menjadi 34.675. Mayoritas pelaku UMKM di wilayah ini bergerak di sektor makanan, minuman, dan kerajinan.

“Pertumbuhan UMKM di Kabupaten Blitar terus berlangsung. Kami juga terus memberikan bimbingan dan pendampingan. UMKM yang berkembang akan kami sertakan dalam asosiasi agar dapat terus mendapat pendampingan,” lanjutnya.

Menurut Sri, pada tahun ini terjadi pertumbuhan signifikan UMKM di Desa Karanggayam, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar. Pertumbuhan ini dipicu oleh kegiatan pengajian rutin yang diadakan oleh Gus Iqdam, pengasuh majelis ta’lim Sabilu Taubah yang berbasis di desa tersebut.

Setiap Senin dan Kamis, pengajian rutin terlaksana di markas Sabilu Taubah Desa Karanggayam selalu ramai oleh jemaah. Sri mengatakan bahwa keberadaan pengajian tersebut memberikan dampak positif yang besar terhadap pertumbuhan UMKM di desa tersebut.

Baca juga:  Tanah Aset Desa Dijual ke Investor Asing, Warga Blitar Tolak Pelantikan Kades

Bahkan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Blitar secara langsung memberikan fasilitasi pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) kepada pelaku UMKM di pondok Gus Iqdam.

“Usaha mikro dan kecil yang tumbuh pesat di Desa Karanggayam meliputi berbagai jenis seperti makanan, minuman, jasa foto, dan suvenir. Pengajian Gus Iqdam memberikan dampak yang luar biasa dalam meningkatkan kesejahteraan UMKM,” paparnya.

Editor: Indo Guna Santy

Iklan