Pladu Bendungan Dimulai 18 Mei, Warga Blitar Diminta Waspada

Bendungan Wlingi-Lodoyo Blitar (Sumber gambar: kabarbaik.co)

Kegiatan flushing atau yang juga dikenal sebagai pladu di Bendungan Wlingi Raya dan Lodoyo dipastikan akan dimulai pada 18 Mei mendatang. Keputusan tersebut diambil setelah Perum Jasa Tirta I menggelar rapat koordinasi bersama sejumlah pihak terkait pada Senin (13/4).

Kasub Divisi Pengelolaan SDA WS Brantas I, Arief Satria, menyampaikan bahwa penentuan jadwal flushing telah melalui proses koordinasi dengan berbagai pihak. Selain Perum Jasa Tirta I, kesepakatan ini juga melibatkan Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) serta PLN Blitar.

Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan flushing dijadwalkan berlangsung selama enam hari, yakni mulai 18 hingga 23 Mei. Sehubungan dengan itu, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat beraktivitas di sekitar bendungan.

Baca juga:  Damkar Blitar Catat Puluhan Evakuasi Ular Selama 2025, Mayoritas di Lingkungan Rumah

“Flushing Bendungan Wlingi dan Lodoyo akan berlangsung dari 18 sampai 23 Mei. Selama periode tersebut, masyarakat diharapkan berhati-hati saat beraktivitas di area sekitar bendungan,” jelasnya.

Secara teknis, rangkaian kegiatan flushing diawali dengan penutupan pintu irigasi serta penghentian sementara operasional PLTA pada 18 Mei mulai pukul 06.00 WIB untuk proses sterilisasi. Selanjutnya, pada 23 Mei pukul 16.00 WIB akan dilakukan penutupan pintu spillway dan pembukaan kembali pintu irigasi.

Pada tahap awal pembukaan irigasi di tanggal tersebut, juga akan dilakukan penyesuaian debit air yang disesuaikan dengan kebutuhan pada bulan berjalan. Langkah ini bertujuan agar distribusi air ke lahan pertanian tetap optimal.

Baca juga:  BLTS Kesra Mulai Cair di Blitar, 150 Ribu Warga Terima Bantuan

Dalam koordinasi bersama HIPPA dan PLN, turut dibahas rencana pelaksanaan flushing di masa mendatang. Hal ini dilakukan agar perencanaan dan penjadwalan ke depan bisa lebih matang serta berjalan lebih efektif.

Arief menambahkan, Perum Jasa Tirta I akan meningkatkan koordinasi lebih awal dengan HIPPA di wilayah saluran irigasi, setidaknya satu bulan sebelum pelaksanaan kegiatan. Tujuannya agar jadwal yang ditetapkan dapat lebih terencana dengan baik.

Melalui langkah koordinasi tersebut, diharapkan proses flushing dapat berjalan lancar tanpa mengganggu kebutuhan air masyarakat, terutama bagi sektor pertanian di wilayah terdampak.

Baca juga:  Unik! Para Janda dan Lansia ‘Nyantri’ di Pondok Ramadhan di Blitar

Sebagai langkah antisipasi, masyarakat juga diminta untuk menjauh dari area badan sungai. Pasalnya, peningkatan debit air selama proses flushing berpotensi membahayakan keselamatan.

“Masyarakat diharapkan waspada selama flushing berlangsung, karena aliran air di bendungan dan sungai akan lebih besar dari biasanya,” pungkasnya. (HEV/YUN)

Tinggalkan Komentar

Iklan