Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) akan menggelar pementasan drama kolosal bertema perjuangan tentara Pembela Tanah Air (PETA). Pertunjukan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (14/2) pukul 19.00 WIB di Taman Plaza Museum PETA Blitar.

Pelaksana Tugas Kepala Disbudpar Kota Blitar, Rike Rochmawati, menyampaikan bahwa berbagai persiapan telah dilakukan sejak Januari 2026. Latihan intensif digelar guna memastikan pementasan berjalan optimal dan mampu menyampaikan pesan sejarah secara kuat kepada masyarakat.

“Latihan sudah dimulai sejak Januari. Pementasan akan digelar Sabtu, 14 Februari, di Taman Plaza Museum PETA,” ujarnya.

Baca juga:  Enam Anak di Blitar Terindikasi Cacingan, Dinkes Lakukan Penanganan Cepat

Menurut Rike, drama kolosal tersebut melibatkan para seniman serta pelajar yang tergabung dalam Sanggar Patrialoka. Para pemain akan membawakan kisah perjuangan PETA melalui pertunjukan teatrikal yang dikemas secara atraktif dan sarat makna historis.

Ia menegaskan, keterlibatan generasi muda menjadi salah satu fokus utama dalam pementasan tahun ini.

“Pemerannya terdiri dari seniman dan pelajar, siswa-siswi Sanggar Patrialoka. Kami memang ingin memberi ruang bagi anak-anak muda untuk terlibat langsung dalam drama kolosal ini,” tambahnya.

Pementasan ini digarap oleh tim dari Komite Teater Dewan Kebudayaan dan Kesenian Kota Blitar yang bertindak sebagai sutradara dan pengarah artistik. Dengan konsep kolosal, pertunjukan diharapkan mampu menghadirkan suasana heroik yang merefleksikan semangat perlawanan PETA terhadap penjajahan Jepang.

Baca juga:  Dispendukcapil Kota Blitar Kebut Aktivasi IKD, Target 30 Persen Dikejar Jelang Akhir Tahun

Tahun ini, drama kolosal mengangkat tema “Alap-alap Daidan PETA Blitar” yang dimaknai sebagai PETA Blitar Menginspirasi Gelora Cinta Tanah Air. Tema tersebut dipilih untuk menegaskan kembali peran penting PETA dalam sejarah perjuangan bangsa, sekaligus mengajak generasi muda meneladani nilai keberanian dan patriotisme para pejuang.

Sebagai informasi, pementasan drama kolosal Perjuangan PETA merupakan agenda rutin Pemkot Blitar setiap 14 Februari. Kegiatan ini digelar untuk memperingati peristiwa pemberontakan tentara PETA di Blitar melawan penjajah Jepang.

Mayoritas pemeran dalam pertunjukan ini merupakan kalangan muda, mulai dari pelajar hingga mahasiswa. Melalui pendekatan seni pertunjukan, Pemkot Blitar berharap sejarah perjuangan PETA tidak sekadar menjadi catatan masa lalu, tetapi juga menjadi sumber inspirasi bagi generasi masa kini.

Baca juga:  Disperkim Blitar Verifikasi Data Penerima Sambungan Listrik, Hindari Tumpang Tindih Bantuan

Rike menambahkan, pementasan ini diharapkan tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga sarana edukasi sejarah yang efektif.

“Kami berharap masyarakat, khususnya generasi muda, semakin memahami dan menghargai sejarah perjuangan PETA. Yang paling penting, semangat nasionalisme dan patriotisme dapat terus tumbuh,” pungkasnya. (HEV/YUN)

Iklan