Aparat kepolisian dari Polsek Sanankulon, Kabupaten Blitar berhasil mengamankan seorang pelaku pencurian baut rel kereta api yang berpotensi membahayakan keselamatan perjalanan kereta.

Pelaku berinisial DWA (26), warga Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar ditangkap setelah aksinya diketahui warga pada Rabu (7/1/2026) dini hari. Sementara itu, satu pelaku lain yang diduga terlibat masih dalam pengejaran pihak kepolisian.

AKP Nurbudi Santoso selaku Kapolsek Sanankulon membenarkan adanya penangkapan tersebut. Ia menjelaskan bahwa peristiwa pencurian terjadi sekitar pukul 03.00 WIB di kawasan KM 127+384, Desa Kalipucung, Kecamatan Sanankulon.

Kejadian ini pertama kali terungkap setelah seorang penjaga warung di sekitar lokasi merasa curiga dengan gerak-gerik seseorang di dekat rel kereta api.

Baca juga:  Jadi Hal yang Krusial, KPU Perlu Transparan Terkait Keamanan Sistem Data Pemilu

“Awalnya saksi melihat ada orang yang mondar-mandir di sekitar rel, lalu terdengar suara benturan keras seperti besi dipukul,” ujar AKP Nurbudi Santoso. Kecurigaan warga semakin kuat hingga akhirnya mereka mendatangi lokasi dan memergoki pelaku sedang mencabut baut rel. Pelaku kemudian diamankan oleh warga sebelum diserahkan kepada petugas kepolisian.

Setelah menerima laporan, petugas Polsek Sanankulon segera mendatangi tempat kejadian perkara. Dari hasil penggeledahan, polisi menemukan satu karung yang berisi belasan baut rel, serta alat yang digunakan pelaku untuk melancarkan aksinya.

“Di lokasi kami temukan sekitar 13 baut rel yang sudah dilepas, berikut tang pemotong besi dan alat congkel pipih,” jelas Nurbudi.

Dalam pemeriksaan awal, DWA mengakui bahwa dirinya tidak beraksi sendirian. Ia menyebut ada satu rekannya yang turut terlibat, namun berhasil melarikan diri. “Untuk pelaku lain masih kami kejar. Kami mohon waktu agar proses penyelidikan berjalan maksimal,” tambah Kapolsek.

Sementara itu, Tohari selaku Manager Humas KAI Daop 7 Madiun mengungkapkan bahwa hasil koordinasi dengan petugas pengamanan KAI menunjukkan pencurian tidak hanya terjadi di satu titik.

“Awalnya memang ditemukan kehilangan 13 baut penambat di satu lokasi. Namun dari pengembangan kasus, pelaku mengaku sudah beraksi di lima titik berbeda dengan total sekitar 108 baut rel yang dicuri,” ungkapnya.

Baca juga:  Posisi Wabup Blitar Kosong Ditinggal Rahmat Santoso, PAN Tak Ambil Pusing

Adapun titik-titik tersebut berada di beberapa jembatan dan petak jalur kereta di wilayah Blitar-Rejotangan. Akibat pencurian tersebut, KAI mengalami kerugian materiil lebih dari Rp4 juta.

Namun, menurut Tohari, dampak paling serius bukan hanya soal kerugian finansial. “Baut penambat rel adalah komponen vital. Hilangnya satu saja bisa memicu gangguan jalur, apalagi jika jumlahnya puluhan. Ini sangat berisiko terhadap keselamatan perjalanan kereta dan penumpang,” tegasnya. (IND/SAN)

Iklan