Polkesma Kampus Blitar Ajak Warga Blitar Cegah Diabetes Lewat Lomba Senam Kaki Diabetik

Polkesma Ajak Warga Blitar Cegah Diabetes dengan Lomba Senam Kaki Diabetik (sumber foto: blitarkawentar.jawapos.com)

Program Studi D-3 Keperawatan Poltekkes Kemenkes Malang Kampus Blitar kembali melanjutkan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Karangrejo, Kecamatan Garum, dengan menggelar senam kaki diabetik pada Kamis (10/7/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pencegahan diabetes mellitus (DM), yang sudah memasuki tahap keempat dari rangkaian program sebelumnya.

Dosen D-3 Keperawatan, Sri Mugianti, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan kelanjutan dari tiga tahapan sebelumnya, yaitu survei lapangan, musyawarah masyarakat, dan edukasi tentang pencegahan DM.

Pada kesempatan kali ini, warga bersama kader posyandu diberikan apresiasi melalui lomba senam kaki diabetik sebagai bentuk motivasi atas keterlibatan aktif mereka.

“Lomba ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi menjadi sarana pemberdayaan masyarakat agar mampu menjadi agen penyebar informasi di lingkungannya. Senam kaki diabetik adalah metode yang sederhana namun efektif untuk mencegah komplikasi pada penderita diabetes,” ujar Mugianti.

Baca juga:  Inspektorat Blitar Lakukan Audit Laporan Keuangan 220 Desa, Pengadaan Barang dan Jasa Jadi Sorotan

Ia menambahkan, senam ini berfungsi untuk melatih otot-otot kecil pada kaki, menjaga sirkulasi darah, serta mencegah terjadinya luka, terutama bagi para penderita DM.

Dari hasil lomba, sebagian besar peserta telah mampu mengikuti gerakan dengan baik, meskipun masih ada beberapa yang perlu pendampingan agar gerakannya sesuai dengan manfaat medis yang diharapkan.

Dosen lainnya, Dewi Rahmawati, yang turut menjadi juri dalam lomba, menjelaskan bahwa penilaian lomba meliputi aspek kekompakan tim, kreativitas, dan ketepatan gerakan.

Baca juga:  Manfaat Mengonsumsi Ikan Lele untuk Kesehatan: Kenali 5 Alasannya

Ia berharap, setelah kegiatan ini, peserta tidak hanya berhenti di lomba saja, tetapi bisa menerapkan senam kaki dalam rutinitas harian mereka, sekaligus membagikannya kepada keluarga dan tetangga.

“Masyarakat sangat antusias. Bahkan sebelum lomba dimulai, mereka sudah berlatih terlebih dahulu. Ini menunjukkan bahwa semangat untuk belajar dan menyebarkan ilmu kesehatan mulai tumbuh,” ungkap Dewi.

Apresiasi juga datang dari tenaga kesehatan lokal. Ulfa Rosida, bidan di Pustu Karangrejo yang juga bertugas sebagai juri, menilai kegiatan ini sangat bermanfaat, terutama di tengah keterbatasan sumber daya manusia (SDM) di wilayah tersebut.

Baca juga:  Cegah Kanker Serviks, Dinkes Kota Blitar Digelontor 2 Ribu Vaksin HPV

Ia mengatakan, sebagian besar peserta sudah menunjukkan kemampuan yang baik, walau masih ada yang perlu pendampingan lebih lanjut.

Ulfa menyampaikan rencana tindak lanjut dari kegiatan ini, yakni menjadikan senam kaki diabetik sebagai agenda rutin di kelompok lansia dan penderita diabetes. Ia juga menyebutkan bahwa kader-kader posyandu akan diarahkan untuk menjadi ujung tombak dalam edukasi kesehatan masyarakat.

“Dengan edukasi seperti ini, para kader bisa berperan lebih aktif dalam menjaga kesehatan masyarakat. Ke depan, kami akan mengembangkan kelas khusus DM di posyandu agar manfaat program ini terus berkelanjutan,” tutupnya. (HEV/YUN)

Iklan