Waspada Penyakit Pasca-Lebaran, Dinkes Blitar Ingatkan Pola Makan “Jangan Terlalu”
Di balik meriahnya sajian khas Hari Raya Idul Fitri yang identik dengan makanan bersantan, tinggi lemak, dan manis, tersimpan potensi gangguan kesehatan yang kerap muncul setelah Lebaran.
Menanggapi hal tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar mengimbau masyarakat agar tetap menjaga pola makan dengan menerapkan prinsip sederhana namun efektif.
Kepala Dinkes Kabupaten Blitar, dr. Christine Indrawati, memperkenalkan konsep “Jangan Terlalu” sebagai pedoman utama saat menikmati berbagai hidangan Lebaran.
Menurutnya, menjaga keseimbangan metabolisme sangat penting agar tubuh tidak mengalami perubahan drastis setelah menjalani puasa selama sebulan penuh.
“Prinsipnya sederhana, yaitu jangan terlalu. Jangan terlalu banyak porsinya, jangan terlalu dingin, jangan terlalu panas, dan jangan pula terlalu sedikit. Konsumsilah makanan dengan porsi yang cukup agar sistem pencernaan tetap terjaga,” jelasnya.
Selain mengatur porsi makan, dr. Christine juga menekankan pentingnya mewaspadai kandungan zat tambahan dalam makanan yang dikenal dengan istilah 5P. Zat ini sering ditemukan pada camilan olahan maupun minuman kemasan yang biasa disajikan saat momen silaturahmi.
Ia mengingatkan masyarakat untuk menghindari makanan yang mengandung pengawet, pemanis buatan, penyedap rasa, perasa sintetis, serta pewarna non-alami. Sebagai gantinya, masyarakat dianjurkan memilih makanan segar, alami, dan bergizi seimbang demi menjaga daya tahan tubuh dalam jangka panjang.
Tak hanya aspek asupan makanan, kondisi mental dan kebugaran fisik juga perlu diperhatikan. Meski berada dalam suasana libur panjang, masyarakat diimbau tetap mampu mengelola stres serta meluangkan waktu untuk beraktivitas fisik ringan guna membantu membakar kalori berlebih.
“Jangan sampai stres karena padatnya agenda silaturahmi. Tetap lakukan olahraga ringan, pastikan waktu istirahat cukup sekitar 6 hingga 8 jam, dan hindari aktivitas fisik yang berlebihan,” pesannya.
Sebagai penutup, ia mengingatkan pentingnya konsumsi air putih yang kerap terabaikan. Setidaknya dua liter air per hari perlu dipenuhi guna menjaga metabolisme tubuh serta fungsi ginjal tetap optimal, baik dalam kondisi cuaca dingin maupun panas. (HEV/YUN)



