Ruas JLS Serang–Sumbersih Hampir Rampung, Ditargetkan Tuntas Pertengahan Februari 2026

Ruas JLS Lot 3 Serang-Sumbersih yang Hampir Rampung (Sumber gambar: blitarkawentar.jawapos.com)

Pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS) di Kabupaten Blitar terus dipercepat. Khusus ruas JLS Lot 3 yang menghubungkan Desa Serang dan Desa Sumbersih, Kecamatan Panggungrejo, progres pengerjaannya kini telah mencapai 97 persen dan ditargetkan selesai sepenuhnya pada 16 Februari 2026.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.7 JLS, Leo Aditya Mahardika, menyampaikan bahwa secara fisik jalan sepanjang 4,375 kilometer tersebut sudah tersambung penuh. Saat ini, pekerjaan yang dilakukan tinggal tahap penyempurnaan akhir.

“Untuk panjang jalannya sudah selesai seluruhnya. Sekarang tinggal finishing, seperti pemasangan marka jalan di sisi tepi. Setelah itu, progresnya bisa 100 persen,” kata Leo saat mendampingi kunjungan Bupati Blitar, Senin (20/1).

Ia menjelaskan, ruas Serang–Sumbersih baru dapat dilalui masyarakat setelah seluruh pekerjaan dinyatakan rampung pada pertengahan Februari mendatang. Jalur ini diharapkan langsung bisa dimanfaatkan warga, terutama untuk menunjang akses menuju kawasan wisata.

Baca juga:  Kasus DBD di Blitar Tembus Ratusan, Warga Diminta Waspada Menjelang Musim Hujan

“Setelah 16 Februari 2026, jalan ini sudah bisa digunakan masyarakat, termasuk untuk menuju destinasi wisata seperti Pantai Peh Pulo,” jelasnya.

Namun demikian, kelanjutan pembangunan JLS ke arah Desa Sumbersih–Desa Ringinrejo, Kecamatan Wates, masih menghadapi kendala lahan. Leo mengungkapkan, pembangunan lanjutan membutuhkan lebar lahan sekitar 35 meter, sementara ketersediaan lahan saat ini baru mencapai kurang lebih 24 meter.

“Jika lahan sudah tersedia, pembangunan bisa dilanjutkan sekitar 13,5 kilometer. Saat ini masih terkendala proses pembebasan lahan oleh pemerintah daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Blitar Rijanto yang meninjau langsung progres pembangunan JLS memberikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, kecepatan pengerjaan diimbangi dengan kualitas hasil yang dinilai cukup baik.

Ia juga menyebutkan bahwa pembangunan JLS direncanakan kembali berlanjut pada pertengahan tahun ini. Pemerintah pusat dijadwalkan mulai mengerjakan Lot 3A dengan panjang sekitar 7,5 kilometer.

“Insya Allah sekitar Juni 2026 pembangunan Lot 3A dimulai. Harapannya, JLS ini bisa terus tersambung hingga ke Malang di sisi timur dan Tulungagung–Trenggalek di sisi barat,” tutur Rijanto.

Lebih lanjut, Rijanto menegaskan bahwa keberadaan JLS akan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi di wilayah Blitar selatan. Selain memperlancar akses antarwilayah, jalur ini juga memperkuat konektivitas menuju berbagai potensi unggulan daerah.

Tak hanya berfungsi sebagai jalur penghubung, JLS kini juga mulai berkembang menjadi destinasi wisata tersendiri. Banyak warga, baik lokal maupun dari luar daerah, memanfaatkan jalur tersebut untuk menikmati panorama laut dan deretan pantai di pesisir selatan Blitar.

Baca juga:  Pemkot Blitar Salurkan BLT Rp300 Ribu untuk Ratusan Buruh Rokok

“JLS sekarang bukan hanya jalur wisata, tapi sudah menjadi tujuan wisata. Pantai-pantai yang dulu tersembunyi kini terbuka aksesnya,” kata Rijanto.

Diketahui, total panjang JLS yang melintasi wilayah Kabupaten Blitar mencapai sekitar 62 kilometer. Hingga saat ini, sekitar dua pertiga dari keseluruhan ruas tersebut telah selesai dibangun.

Jalur ini melintasi sejumlah pantai yang menghadap langsung ke Samudra Hindia, seperti Pantai Serang, Pangi, Peh Pulo, Pudak, Tambakrejo, hingga Gayasan.

Pemerintah Kabupaten Blitar pun berkomitmen untuk terus membenahi jalur penghubung atau sirip menuju kawasan pantai guna mendukung pengembangan sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat pesisir.

“Potensi Blitar selatan sangat besar. Wisata pantai, pertanian, hingga perkebunan tebu semuanya bisa terdongkrak. Dengan JLS, Blitar selatan akan bangkit dan tidak kalah dengan Blitar utara,” pungkasnya. (HEV/YUN)

Iklan