Pembangunan Ibu Kota Negara atau IKN Nusantara di Kalimantan Timur menonjol sebagai proyek terbesar yang ada di dunia saat ini. Rencananya, IKN akan menginspirasi lahirnya pusat-pusat ekonomi baru di bagian Timur Indonesia. Pertanyaannya, darimana sumber pendanaannya?

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan dengan tegas, “Dalam dimensi global, hanya satu proyek yang mendominasi, yaitu Ibu Kota Negara Nusantara di Indonesia.” Ucapan ini disampaikan saat beliau menghadiri Musyawarah Nasional Persatuan Perusahaan Real Estate Indonesia (REI) 2023 di Jakarta pada tanggal 9 Agustus 2023.

Jokowi mengungkapkan tekad pemerintah Indonesia untuk membuka pusat-pusat ekonomi baru melalui pembangunan IKN Nusantara di Pulau Kalimantan.

Saat ini, sekitar 34.000 hektar lahan di area IKN telah tersedia untuk diperoleh. Jokowi dengan tegas menyatakan bahwa lahan-lahan seluas puluhan ribu hektar tersebut akan didapatkan melalui pembelian, tidak ada pemberian cuma-cuma.

Baca juga:  Capai Rp 551,26 Triliun, Penyaluran Kredit Mikro BRI Tumbuh Hingga 13,92%

“Kini sudah tersedia 34 ribu hektar lahan yang dapat dibeli. Tidak ada pemberian cuma-cuma di sini. Pertanyaan harga? Tanyakan kepada Kepala Otorita IKN. Ini adalah peluang berharga,” ungkap Jokowi dalam forum tersebut.

Selain itu, Presiden Jokowi juga mengumumkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mengindikasikan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,17 persen (year on year/yoy) pada kuartal II 2023.

Fakta ini menggambarkan kesinambungan pertumbuhan ekonomi Indonesia di atas angka 5 persen selama tujuh kuartal berturut-turut.

Jokowi menjelaskan bahwa hanya Indonesia, India, dan Republik Rakyat Tiongkok yang mampu mencapai pertumbuhan ekonomi di atas lima persen di antara anggota Group of Twenty (G20).

“Mengamati G20, hanya Indonesia, India, dan RRT yang berhasil menerobos angka pertumbuhan ekonomi 5 persen,” ungkapnya.

Jokowi mengajak REI untuk menguatkan kerjasama dengan pemerintah dalam usaha membantu warga kurang mampu meraih hunian yang sehat dan layak.

Jokowi juga menegaskan pentingnya mempertimbangkan dampak sosial dan lingkungan dalam pembangunan perumahan dan jenis properti lainnya.

“Point ini memiliki relevansi. Usai perumahan dibangun, kami ingin mencegah situasi seperti kekeringan sumur atau banjir di lingkungan sekitarnya. Mari tingkatkan perhatian terhadap aspek-aspek seperti ini dan pastikan manajemen sampah di wilayah perumahan terjamin,” kata Jokowi dengan tekad.

Berdasarkan paparan dari Kementerian PUPR, dana sekitar Rp36,72 triliun telah dialokasikan untuk mendukung infrastruktur IKN Nusantara dalam rentang tahun 2020-2023 dari total anggaran Rp62,27 triliun hingga tahun 2024. Proyek ini terdiri dari 76 paket pekerjaan dengan kemajuan mencapai 15,84%.

Sementara itu, anggaran Rp26,67 triliun telah ditetapkan untuk memajukan infrastruktur dasar Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara pada tahun 2023. Dana ini akan digunakan untuk berbagai aspek infrastruktur, termasuk Sumber Daya Air (Rp1,14 triliun), jalan dan jembatan (Rp9,72 triliun), permukiman (Rp11,58 triliun), perumahan (Rp4,20 triliun), dan Bina Konstruksi (Rp0,37 triliun).

Baca juga:  Babak Baru RUU PPRT, DPR dan Pemerintah Perlu Dengar Suara Rakyat

Tidak hanya itu, menurut laman resmi ikn.go.id, Deputi IV Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Juri Ardiantoro mengungkapkan bahwa anggaran sebesar Rp466 triliun dibutuhkan untuk proyek pembangunan ibu kota negara (IKN) di Kalimantan Timur (Kaltim). Pendanaan proyek IKN tidak hanya bergantung pada anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Dari total anggaran sebesar Rp466 triliun, kontribusi APBN hanya sekitar Rp89,4 triliun. Selebihnya akan berasal dari skema kemitraan pihak swasta (KPBU), serta sumbangan dari BUMN dan BUMD yang masing-masing mencapai Rp253,4 triliun dan Rp123,2 triliun.

Editor: Rozak Al-Maftuhin

Iklan