Perkuat Pembangunan Blitar, Pemkab Teken MoU dengan Pemkot dan Dua Perguruan Tinggi

Pemkab dan Pemkot Blitar Tandatangani MoU (Sumber gambar: blitarkab.go.id)

Langkah strategis untuk memperkuat fondasi pembangunan di Bumi Penataran resmi dimulai. Bertempat di Pendopo Ronggo Hadinegoro pada Rabu (4/3/2026), Bupati Blitar Rijanto memimpin penandatanganan kesepakatan bersama (MoU) lintas sektor yang melibatkan Pemerintah Kota Blitar serta dua perguruan tinggi, yakni Universitas Islam Balitar (Unisba) dan Universitas Madani Indonesia (Umina).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Rijanto menegaskan bahwa tantangan global yang semakin kompleks tidak dapat dihadapi dengan pendekatan sektoral yang berjalan sendiri-sendiri. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan kalangan akademisi menjadi kunci untuk menghadirkan solusi yang lebih efektif.

Ia menilai dunia perguruan tinggi memiliki kekuatan di bidang riset yang perlu dipadukan dengan kewenangan pemerintah dalam membuat regulasi. Dengan demikian, kebijakan yang dihasilkan dapat lebih tepat sasaran dan berbasis data.

Baca juga:  Stadion Soeprijadi Siap Sambut Big Match Persik vs Persija, Sudah Kantongi Izin Resmi dari Wali Kota Blitar

“Ketika keduanya berjalan seiring, maka solusi yang lahir akan berbasis data, ilmiah, dan tepat sasaran. Inovasi menjadi sebuah keharusan untuk mempercepat pelayanan kepada masyarakat,” ujar Rijanto di hadapan Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin serta para rektor yang hadir.

Rijanto berharap kerja sama dengan Unisba dan Umina dapat menghasilkan berbagai riset aplikatif yang langsung menjawab kebutuhan masyarakat. Beberapa di antaranya meliputi pemberdayaan UMKM, penguatan ekonomi lokal, hingga peningkatan kapasitas aparatur desa.

Kehadiran Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin dalam kegiatan tersebut juga menjadi simbol kuat bahwa batas administrasi tidak seharusnya menjadi penghalang bagi kemajuan wilayah.

Baca juga:  143 CJH di Kabupaten Blitar Idap Diabetes Hingga Stroke, Bisa Berangkat dengan Syarat Ini

Rijanto menegaskan bahwa Kabupaten dan Kota Blitar memiliki keterkaitan historis, geografis, serta kultural yang tidak dapat dipisahkan.

Menurutnya, pembangunan kawasan membutuhkan koordinasi lintas wilayah serta perencanaan yang terintegrasi. Dengan begitu, kebijakan yang diambil dapat saling mendukung dan sepenuhnya berorientasi pada kepentingan masyarakat.

“Kita membutuhkan koordinasi lintas wilayah dan perencanaan yang terintegrasi. Kebijakan harus saling menguatkan dan berorientasi penuh pada kepentingan masyarakat,” tambahnya.

Bagi kalangan perguruan tinggi, kerja sama ini juga menjadi kesempatan nyata bagi dosen dan mahasiswa untuk menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Baca juga:  BPJS PBI JKN Dinonaktifkan, 91 Ribu Warga Blitar Terdampak

Melalui kolaborasi tersebut, universitas diharapkan tidak hanya menjadi pusat kajian akademik, tetapi juga terlibat langsung dalam kegiatan pengabdian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat Kabupaten Blitar.

Dalam acara tersebut, Rektor Unisba Soebiantoro dan Rektor Umina M. Zainuddin turut hadir dan menyatakan komitmen penuh untuk memberikan kontribusi pemikiran akademik.

Dukungan dari dunia kampus diharapkan dapat membantu meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan publik di wilayah Blitar. (HEV/YUN)

Iklan