Pembangunan KDMP di Desa Tlogo Masih Buntu, Lokasi di SDN Tlogo 2 Dipertimbangkan Ulang

SDN Tlogo 2, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar (Sumber gambar: blitarkawentar.jawapos.com)

Rencana pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Tlogo, Kecamatan Kanigoro, hingga saat ini belum menemukan kejelasan.

Meski musyawarah desa (musdes) sebelumnya telah menyepakati lokasi pembangunan di area SDN Tlogo 2, sekolah tersebut masih aktif digunakan untuk kegiatan belajar mengajar ratusan siswa. Bahkan, terdapat tiga ruang sekolah yang terancam terdampak apabila pembangunan tetap dilanjutkan.

Guna mencari jalan keluar, seluruh pihak terkait akhirnya menggelar audiensi bersama di SDN Tlogo 2 pada Senin (19/1). Pertemuan tersebut dihadiri pihak sekolah, dinas pendidikan, kepala desa, camat, hingga perwakilan wali murid.

Kepala Desa Tlogo, Samuji, menjelaskan bahwa musdes sebelumnya telah dilaksanakan sesuai prosedur dan dihadiri semua lapisan masyarakat lengkap. Mulai dari pemerintah kecamatan, TNI, tokoh masyarakat, RT, hingga perwakilan warga. Jumlah peserta yang hadir saat itu mencapai lebih dari 70 orang.

“Dalam musdes tersebut, forum sepakat mengusulkan lokasi di area sekolah dasar. Semua unsur hadir dan menyatakan persetujuan. Namun, setelah dikaji lebih lanjut, lahan itu ternyata masih dibutuhkan pihak sekolah. Karena itu, penentuan lokasi KDMP akan dibahas kembali melalui musdes berikutnya,” jelas Samuji.

Baca juga:  SDM PKH Blitar Terbatas, Dinsos Tetap Maksimalkan Layanan untuk 90 Ribu Keluarga Penerima Manfaat

Ia menambahkan, pemerintah desa juga telah melakukan koordinasi lanjutan dengan pihak sekolah, koordinator wilayah pendidikan, serta dinas terkait. Dari pembahasan tersebut, diketahui bahwa rencana pembangunan akan berdampak pada sejumlah fasilitas sekolah.

Ruang yang terdampak meliputi perpustakaan, ruang kepala sekolah, dan sanggar tari. Sempat muncul opsi pengalihan atau rehabilitasi bangunan lain sebagai pengganti, namun setelah dilakukan perhitungan, anggaran yang dibutuhkan dinilai cukup besar.

Atas dasar itu, muncul kesepakatan sementara untuk membuka kemungkinan lokasi alternatif. Salah satu opsi yang mengemuka adalah lahan bengkok desa di kawasan jalan menuju Bendungan Serut, yang dinilai masih memungkinkan secara teknis. Meski demikian, keputusan tersebut belum dapat diambil tanpa persetujuan warga secara menyeluruh.

“Pengalihan lokasi harus dibahas melalui musdes khusus. Tidak cukup hanya melibatkan wali murid, tetapi juga perwakilan warga, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta lembaga desa agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” tegas Samuji.

Menurutnya, sejak awal pemerintah desa telah menelusuri sejumlah alternatif lokasi. Namun, sebagian besar dinilai tidak memenuhi kriteria, baik karena keterbatasan luas lahan, sudah terdapat bangunan, maupun adanya penolakan dari warga sekitar.

“Kami berupaya mencari lokasi yang strategis dan sesuai ketentuan pemerintah pusat. Jika tidak strategis, keberadaan KDMP ke depan justru kurang optimal,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SDN Tlogo 2, Sugianto, menegaskan bahwa pihak sekolah pada prinsipnya tidak menolak pembangunan KDMP. Namun, pihaknya meminta adanya solusi yang jelas terkait ruang-ruang sekolah yang terdampak.

Baca juga:  Dapur Rumah Produksi Tahu Dekat RSU Aminah Blitar Terbakar! Ini Kronologinya

“Kami tidak keberatan, tetapi ruang-ruang tersebut masih aktif digunakan untuk kegiatan pendidikan. Ada tiga ruang, yakni perpustakaan, ruang kepala sekolah, dan sanggar tari,” terangnya.

Ia mengungkapkan, opsi rehabilitasi bangunan pengganti di sisi selatan sekolah sempat dibahas. Namun, berdasarkan hasil perhitungan konsultan, anggaran yang dibutuhkan mencapai lebih dari Rp 100 juta sehingga dinilai cukup berat untuk direalisasikan.

“Dari musyawarah yang dipimpin oleh Ibu Camat, akhirnya disepakati akan digelar musdes kembali untuk menentukan lokasi alternatif, salah satunya di tanah bengkok desa,” katanya.

Pihak sekolah berharap pembangunan KDMP dapat dialihkan ke lokasi lain agar tidak mengganggu proses kegiatan belajar mengajar. Saat ini, SDN Tlogo 2 masih memiliki sekitar 182 siswa yang aktif memanfaatkan seluruh fasilitas sekolah.

“Hasil akhirnya masih menunggu musdes berikutnya. Kami berharap ada solusi terbaik yang bisa diterima semua pihak,” tutupnya. (HEV/YUN)

Iklan